Beritasumut.com–Olahraga merupakan salah satu bidang dalam pembangunan karakter, karena itu harus diberi perhatian khusus dalam proses menciptakan guru yang profesional dan menjadi idola siswa. Hal ini dikatakan Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED) Prof Dr Syawal Gultom MPd dalam Seminar Nasional dan Workshop Penelitian Pendidikan Olahraga yang digelar Prodi Pendidikan Olahraga PPS Unimed di Digital Library Unimed, pertengahan pekan ini. Turut hadir dalam seminar tersebut, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur PPs, Deputi Kemenpora Drs Washinton, Narasumber Prof Dr Rusli Lutan, ratusan dosen, guru dan mahasiswa FIK Unimed. Dalam sambutannya, Syawal Gultom berharap acara tersebut dapat fokus dalam mengeksplorasi nilai-nilai olahraga, sehingga menjadi budaya di masyarakat dalam upaya pembentukan karakter. "Aktivitas olah raga tidak hanya untuk sehat, namun nilai-nilai di dalam olah raga dapat diarahkan pada pembentukan karakter diri setiap manusia. Di samping itu peningkatan profesi pendidik olahraga juga perlu menjadi perhatian serius, sehingga akan berdampak pada peningkatan kualitas kompetensi guru olahraga," jelas Prof Syawal yang dilansir dari laman unimed.ac.id, Sabtu (11/03/2017). “Kita harus fokus menanamkan nilai-nilai olahraga itu dalam keseharian bangsa Indonesia. Dengan pikiran dan jiwa yang sehat maka bangsa ini akan cepat bangkit. Oleh karena itu pendidik olahraga ini juga harus mendapat perhatian serius. Orientasi kita harus start dari UU Sisdiknas” jelas Syawal. Sementara itu, Prof Dr Rusli Lutan, salah seorang narasumber seminar ini mengungkapkan olahraga menjadi sangat menarik karena mengandung potensi multidimensi, termasuk potensi politik, ekonomi, dan sosial pembangunan. Begitu pula pembangunan karakter. Olahraga juga sifatnya netral tetapi bergantung kepada usaha kita. Bagaimana memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat. Maka, anggota pendiri AISA (Asia Industry of Sports Association) ini menganjurkan pembangunan olahraga harus menjadi kebijakan pembangunan daerah. "Melalui kebijakan pemerintah daerah, olahraga dengan mudah membentuk karakter masyarakat untuk hidup sehat dan sejahtera. Termasuk dalam kebijakan kurikulum pendidikan di suatu daerah," ujar Rusli. Asisten Deputi Pembibitan dan IPTEK Olahraga Kemepora, Drs Washinton mengungkapkan instansinya memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas olahraga. Salah satunya melalui pemanduan dan pengembangan bakat. Disamping itu juga menyiapkan kompetisi usia muda, serta mengembangkan dan IPTEK olahraga. (BS02)