Beritasumut.com-Penanganan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) khususnya di Kota Medan tidak berjalan secara efektif. Akibatnya, jumlah penderita penyakit mematikan ini justru setiap tahun cenderung meningkat, bahkan terus memakan korban jiwa. Pada Sabtu (21/01/2017) lalu, salah seorang warga Perumahan Griya Martubung I, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Nazwa Binti Pulungan meninggal dunia di RS Colombia. Balita berusia 4 tahun 6 bulan ini meninggal dunia karena menderita DBD.Selain itu, saudaranya Alwi Ahmad Zayyan Pulungan (9) juga turut terkena DBD. Namun, siswa yang duduk di kelas III SD IT Nurul Azmi Medan ini, kini masih dirawat di RS Columbia.(BS03) Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita mengaku akan melakukan fogging di kawasan rumah pasien tersebut pada Selasa (24/01/2017) hari ini. Sebab, sesuai SOP, fogging baru dapat dilakukan apabila kasus DBD ada ditemukan di lingkungan masyarakat. "Hari ini akan kita lakukan fogging di sana. Tapi itu tergantung cuaca, jika tidak mendung pasti dilakukan," sebutnya. Namun Usma menegaskan, langkah yang paling tepat untuk mencegah wabah penyakit DBD ialah melakukan Pengendalian Sarang Nyamuk (PSN) bukannya fogging. Karenanya, Usma meminta agar masyarakat dapat melakukannya."Selain itu, kalau ada yang sakit segera ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. Karena, perilaku sangat berpengaruh atas DBD ini," tegasnya. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Sumut antara tahun 2015 dan 2016 jumlah DBD mengalami kenaikan sebanyak 2.089 kasus. Kota Medan tercatat di tingkat teratas dengan 3.010 penderita dan 17 meninggal. Kemudian disusul Deli Serdang sebanyak 1.958 penderita dan 10 meninggal, dan Kabupaten Simalungun sebanyak 1.733 penderita namun tidak ada yang meninggal."Kalau data kita, untuk di Kota Medan bukan 17 yang meninggal tetapi ada 12," pungkas Usma.(BS03)