Pemko Medan Upayakan Penambahan Kuota Guru Maghrib Mengaji

- Kamis, 19 Januari 2017 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012017/4352_Pemko-Medan-Upayakan-Penambahan-Kuota-Guru-Maghrib-Mengaji.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Pemko Medan.
Beritasumut.com-Kepala Bagian Agama dan Pendidikan Setdako Medan Ilyas Halim mengatakan, saat ini Pemko Medan tengah mengupayakan penambahan anggaran ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD)  guna menambah tenaga guru Maghrib Mengaji pada tahun mendatang. 

 

"Usulan setiap tahunnya kan banyak, namun APBD Kota Medan terbatas. Kami dari bagian agama sedang meminta tambahan anggaran untuk itu (guru Maghrib Mengaji). Semoga pada tahun depan (2018), hal itu disetujui," kata Ilyas, Rabu (18/01/2017).

 

Dikatakannya, sejak program ini bergulir pada 2015, Pemko Medan sudah menampung sebanyak 1000 tenaga guru Maghrib Mengaji. Namun ternyata, di tahun kedua atau 2016, permintaan itu bertambah dari 21 kecamatan se-Kota Medan."Makanya di tahun ini kita coba minta tambahan anggaran lagi agar bisa mengakomodir usulan-usulan itu. Karena pada 2016juga ada sebanyak 1.000 orang yang kita tampung," katanya. 

 

Pemko memprioritaskan penduduk asli Kota Medan sebagai guru Maghrib Mengaji. Makanya dalam persyaratannya, diwajibkan bagi guru Maghrib Mengaji mempunyai KTP Medan. "Ada SK (surat keputusan)-nya juga. Kalau dia mengajar di rumah, SK-nya dari Kantor Urusan Agama (KUA). Kalau di masjid dari nazir masjid setempat," sebut Ilyas. 

 

Tenaga guru Maghrib Mengaji selama ini digaji oleh Pemko Rp550 ribu setiap bulan. Selain mereka, ada juga tenaga untuk guru Sekolah Minggu, guru MDTA, TPQ/TKQ, penggali kubur dan bilal jenazah. "Berdasarkan itu juga, meski kebanyakan mahasiswa yang menjadi guru Maghrib Mengaji saat ini, tetap yang diprioritaskan adalah penduduk asli Medan. Tetapi jika kemampuan PAD Medan lebih baik, apa salahnya bisa diakomodir permintaan yang ada," ungkap mantan Kepala SMAN 13 Medan itu.

 

Soal honor bagi guru Maghrib Mengaji ini, dikatakan Ilyas, masih tetap seperti tahun lalu. Mereka diberi honor Rp550 ribu tiap bulan. Sedangkan bagi honor bilal jenazah dan penggali kubur, setiap bulan mereka menerima Rp250 ribu. "Untuk kenaikan tidak ada kendala. Bertahan diangkat segitu juga sudah bagus, mengingat kemampuan APBD kita. Namun seperti yang tadi saya bilang, kita sedang upayakan penambahan anggaran untuk itu. Bagi penggali kubur dan bilal jenazah, tidak ada kendala dan semua sudah kita sahuti. Apalagi penggali kubur dan bilal mayit bagian dari pelayanan masyarakat, dan Wali Kota Medan minta agar mereka diprioritaskan," papar Ilyas.

 

Saat ini Pemko Medan juga baru bisa menampung 1000 orang guru Maghrib Mengaji. Namun di tahun depan Bagian Agama dan Pendidikan Setdako Medan berupaya menambah 1000orang lagi. "Makanya kita coba lobi anggaran dan juga DPRD Medan, apakah hal ini bisa diakomodir. Semoga saja permintaan kita disahuti, agar kedepan honor mereka bisa meningkat," katanya.

 

Ilyas juga membantah isu-isu miring terkait pemotongan honor untuk guru Maghrib Mengaji ini. Dia mengaku bahwa honor mereka langsung ditransfer ke rekening penerima masing-masing. "Jadi jika ada isu-isu yang mengatakan ada pemotongan honor bagi guru maghrib mengaji, itu semua tidak benar. Kalau memang ada seperti itu laporannya, silahkan jumpai saya langsung. Karena itu langsung ke rekening masing-masing. Seandainya ada dari pihak pemberi atau penerima yang kedapatan melakukan pemotongan, saya bertekad bahwa orang tersebut tidak akan masuk di tahun berikutnya," pungkasnya.(*)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Perjuangan Pengacara Kondang Berbuah Hasil, Pemko Medan Rubuhkan Tembok PT SBP

Pendidikan

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Pendidikan

Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting

Pendidikan

Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan

Pendidikan

Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset

Pendidikan

Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat