Beritasumut.com-Gubernur Sumut (Gubsu) H T Erry Nuradi mengharapkan dengan hadirnya Museum Perkebunan di Kota Medan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke Sumut. Hal ini dikatakan Erry Nuradi menyikapi peresmian Museum Perkebunan Indonesia di Jalan Brigjen Katamso, Medan akhir pekan kemarin. "Karena banyak sekali kenangan-kenangan. Saya yakin turis-turis luar, khususnya dari Netherland juga pasti banyak datang untuk melihat Museum ini. Karena sejarah yang tentunya sangat panjang, antara kita dengan Netherland. Ini akan menjadi salah satu pemicu tumbuhnya wisatawan untuk berkunjung ke Provinsi Sumut yang kita cintai ini," ujar Erry, Minggu (11/12/2016). Dijelaskan Gubsu, keberadaan museum ini sangatlah penting khususnya bagi negara-negara maju. Di sebuah negara maju, lanjut Erry keberadaan museum menjadi salah satu indikator sebuah negara, selain memiliki transportasi dan Perpustakaan yang baik.Melihat sejarah dan perjalan Perkebunan yang ada di Sumut memang sudah sepatutnya Provinsi Sumut memiliki Museum perkebunan.Selain sebagai sarana edukasi bagi generasi muda, juga dipandang perlu untuk mengenal jasa para pendahulu sekaligus membuktikan kalau Sumut pernah menjadi pusat perkebunan di masa lalu. "Museum perkebunan ini memang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyrakat khususnya masyarakat perkebunan di Sumut. Alhamdulillah museum perkebunan ini diresmikan. Selain membuktikan Sumut sebagi tempatnya perkebunan, desain Perkebunan pertama juga ada di Sumut. Tentunya sebagai bangsa yang besar kita harus menghargai jasa pendahulu kita. Salah satunya dengan membangun museum," ujar mantan Bupati Sergai ini. Dibeberkan Gubsu, Sumut memiliki perkebunan yang besar dan melegenda. Setidaknya saat ini ada 2,1 juta hektar perkebunan yang tersebar di 33 Kabupaten Kota di Sumut dan dikelola oleh BUMN maupun swasta. Oleh karenanya Gubsu mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran perkebunan di Sumut baik PTPN maupun swasta cukup banyak sehingga mendorong diresmikannya museum ini di Sumut. "Museum itu juga untuk mengenang kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perkebunan di zaman kolonial hingga saat ini dan sebagai tempat pembelajaran bagi generasi muda kita. Tentu diharapkan mampu mengangakat sejarah dan kemudian generasi muda bisa berbuat yng lebih baik lagi untuk negara dan bangsa," pungkas Gubsu. (BS03)