Beritasumut.com-MAN 2 Model Medan melaksanakan Penyuluhan tentang Penyalahgunaan Narkoba di lapangan utama MAN 2 Jalan Willem Iskandar 7A Medan, Sabtu (20/08/2016). Acara yang dimulai pukul 7.00 WIB disampaikan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf pegawai di lingkungan MAN 2 Model Medan. Dilansir dari laman resmi sumut.kemenag.go.id, tim penyuluhan Narkoba dari UMSU terdiri dari tiga orang mahasiswa yakni Bagus Hendro Dermawan, Muhammad Juang Rambe dan Hardini Wulandari serta didampingi oleh dosen pembimbing Padian Adi S Siregar SH MH. Dalam kesempatan itu Padian mengatakan tujuan penyuluhan ini adalah sebagai wujud pengabdian masyarakat yang dilakukan FH UMSU kepada pelajar SLTA untuk mengantisipasi pengaruh Narkoba terhadap kaum terpelajar. "Narkoba merupakan salah satu dari 3 masalah besar Nasional yang harus diberantas di negeri ini," ujar Padian. Sementara itu, Juang Rambe menyampaikan di hadapan ribuan siswa MAN 2 Model Medan agar jangan mau terpengaruh terhadap pergaulan bebas yang tidak beretika termasuk melakukan percobaan dalam mengonsumsi Narkoba sebab zat yang terkandung dalam benda yang haram ini dapat merusak kesehatan terutama pada bagian saraf berpikirnya manusia. Hardini, rekan Juang dan Bagus menambahkan, bahwa hukuman bagi para pengedar dan pengonsumsi Narkoba cukup berat dan korbannya harus direhabilitasi. Berdasarkan fakta yang terlihat di lapangan korban penyalahgunaan Narkobahanya bisa pulih namun tidak bisa sembuh total kembali seperti semula. "Inilah bahayanya zat Narkoba dan adiktif yang telah bersarang di tubuh manusia," seru Hardini. Kepala MAN 2 Model Medan yang diwakili WKM Humas Dr Mohammad Al Farabi MAg memberikan apresiasi kepada para tim penyuluh dari FH UMSU yang telah berkenan hadir ke MAN 2 Model Medan dan memberikan arahan kepada para siswa untuk menghindari diri dari pengaruh dan bahaya Narkoba. "Narkoba memang sangat berbahaya. Apabila kaum terpelajar telah mengkonsumsinya, maka bisa dipastikan nilai-nilai pendidikan yang diberikan kepada mereka menjadi lumpuh," tegas Al-Farabi.(BS02)