Beritasumut.com-Kondisi SMA N 4 Medan yang dujuluki sekolah favorit ternyata tidak sebagus yang dibayangkan. Terbukti, selain fasilitas mobiler banyak yang rusak, juga lingkungan sekolah tampak kumuh. Parahnya lagi, jumlah siswa per kelas mencapai 56 orang. Fakta ini berdasarkan temuan anggota DPRD Medan Komisi B DPRD Medan saat inspeksi mendadak (sidak) ke SMA N 4 Medan di Jl Gelas Medan, Selasa (02/08/2016). Kunjungan diikuti anggota Komisi B, HT Bahrumsyah, Drs Maruli Tua Tarigan, Hendrik Halomoan Sitompul dan Edward Hutabarat. Anggota DPRD Medan Maruli Tua Tarigan usai peninjauan kepada wartawan mengatakan, Kepsek SMAN 4 Ramly terbukti sudah melanggar banyak pelanggaran dan sebaiknya mengundurkan diri. "Ramly terbukti sudah merusak dunia pendidikan dan moral generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa," ujar Maruli. Sama halnya anggota komisi B Edward Hutabarat dan Hendrik H Sitompul, sangat menyayangkan terjadi pembohongan publik di SMAN 4. Dalam hal ini Edward dan Hendrik minta klarifikasi Kepsek dan pertanggungjawaban yang menempatkan jumlah siswa dalam satu lokal melebihi ketentuan. Sebagaimana diketahui, di SMA N 4 Medan, saat ini menjadi sorotan terkait penyimpangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Pihak sekolah dituding manipulasi daya tampung dengan menerima siswa ‘sisipan’ hingga ratusan orang. Sebagaimana pengumuman resmi SMA N 4 Medan saat PPDB, daya tampung hanya sebanyak 416 orang yakni jurusan IPA 6 kelas dan jurusan IPS 2 kelas masing masing per kelas sebanyak 38 orang. Namun faktanya, untuk siswa baru sudah menggunakan ruangan 11 lokal dan masing-masing ruangan diisi sekitar 42 orang s/d 45 orang. Artinya ada penambahan sekitar 3 kelas atau sekitar 150 orang. (BS03)