Badan Bahasa Kemendikbud Luncurkan KBBI Edisi IV Daring

Redaksi - Kamis, 28 Juli 2016 22:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Badan-Bahasa-Kemendikbud-Luncurkan-KBBI-Edisi-IV-Daring--.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
KBBI

Beritasumut.com-Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Bahasa Kemendikbud) meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) IV Daring (online). Saat ini masyarakat dapat mengakses KBBI IV Daring tersebut di laman kbbi4.portal.bahasa.com. Peluncuran KBBI IV Daring berlangsung pada pembukaan Seminar Leksikografi Indonesia di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pertengahan pekan ini. Peluncuran KBBI IV Daring merupakan upaya terus-menerus yang dilakukan Badan Bahasa Kemendikbud untuk menjadikan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikenal dengan sebutan KBBI sebagai sumber rujukan dan sumber penggalian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta peradaban Indonesia yang mudah diakses dan murah. Dilansir dari laman resmi badanbahasa.kemdikbud.go.id, KBBI daring ini memuat 92.011 lema, yang terdiri atas 41.472 kata dasar, 24.607 kata berimbuhan, 23.536 gabungan kata, 2.033 peribahasa, 272 idiom/kata kiasan, dan 91 varian. Lema adalah kata atau frasa masukan dalam kamus di luar definisi atau penjelasan lain yang diberikan dalam entri di kamus. Selain itu, kamus ini juga memuat 3.473 rujuk silang, 109.005 makna, 27.889 contoh, 2.835 nama ilmiah, dan 136 rumus kimia. Kamus berfungsi merekam dan mendefinisikan kata yang dipakai penutur suatu bahasa. Dinamika penutur bahasa sangat tinggi. Konsep- konsep baru yang perlu dilambangkan dengan kata bermunculan hampir setiap hari. Oleh karena itu, kamus tidak mudah mengikuti dinamika tersebut. Untuk menyiasati perkembangan ilmu dan konsep yang berkembang sangat cepat itu, kamus daring lebih efektif dari pada kamus cetak. Sebagaimana yang dilakukan kamus Oxford saat ini. Badan Bahasa, Kemendikbud menargetkan lema KBBI mencapai 200.000 pada 2019. Saat ini KBBI Edisi IV Daring baru memuat 92.049 lema. Kalau disandingkan dengan Oxford English Dictionary (OED) memuat 600.000 lema KBBI tertinggal jauh, tetapi kamus OED tersebut sudah mulai disusun sejak tahun 1830-an. Bandingkan dengan KBBI yang baru disusun tahun 1982, ada perbedaan satu abad.KBBI daring ini merupakan upaya penyediaan akses terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun selama terhubung dengan jaringan internet.(BS02)

 


Tag:

Berita Terkait