Komisi B DPRD Medan Sesalkan Ada Siswa Siluman di SMAN 15 Medan

Redaksi - Kamis, 28 Juli 2016 20:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir072016/beritasumut_Komisi-B-DPRD-Medan-Sesalkan-Ada-Siswa-Siluman-di-SMAN-15-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Beritasumut.com/Ist
SMA N 15 Medan

Beritasumut.com-Wakil Ketua Komisi B DPRD Medan, Ratna Sitepu menyesalkan masih terjadinya praktik siswa 'siluman' dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2016-2017 di sejumlah sekolah negeri di Kota Medan. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Ratna semisal di SMA Negeri 15 Medan, siswa siluman yang diterima diluar petunjuk teknis PPDB 2016 sebanyak 58 orang. Ke-58 siswa sisipan tersebut diterima berdasarkan 'voucher' dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

"Kita menyesalkan sampai hari ini masih terjadi praktik penyisipan siswa diluar juknis yang ada. Kita meminta Walikota Medan segera mengevaluasi oknum Kepala Sekolah yang menerima siswa sisipan melebihi kuota yang diajukan," ujar Ratna, Kamis (28/07/2016).

Diakui Ratna, saat mengecek langsung ke SMA Negeri 15 Medan, Wakil Kepala Sekolah bermarga Lumban Gaol tidak membantah adanya penambahan siswa melebihi kuota yang ada. Namun, Lumban Gaol enggan menyebutkan identitas 'penitip' siswa tersebut.

"Semula kita mendengar informasi dari masyarakat dan kemudian dilakukan pengecekan ke lapangan. Hasilnya ternyata memang ada siswa yang masuk diluar hasil pengumuman beberapa waktu lalu. Wakil Kepala Sekolah di SMAN 15 mengaku siswa itu diterima berdasarkan 'voucher' yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Medan," terangnya.

Ratna menegaskan, Komisi B DPRD Medan akan memanggil seluruh kepala sekolah negeri di Medan untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat terkait keberadaan siswa sisipan. Menurut Ratna, keberadaan siswa sisipan merupakan permainan oknum-oknum tertentu yang berusaha untuk mencari keuntungan.

Sementara Ketua Komite SMAN 15 Medan, Ilhamsyah mengaku tidak mengetahui keberadaan siswa sisipan di SMAN 15 Medan. Karena itu, Ilhamsyah berjanji akan menemui kepala sekolah SMAN 15 Medan dan meminta untuk dievaluasi kembali."Kita bukan mau mengorbankan anak didik. Tapi kita menyesalkan sikap pihak sekolah yang tidak transparan. Bagaimana bisa siswa sisipan ini masuk sekolah. Tentu sudah terjadi kebijakan yang menyalah," ujar Ilhamsyah.

Ilhamsyah yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan juga meyakini praktik siswa sisipan tidak hanya terjadi di SMA Negeri 15 Medan. Namun terjadi hampir merata di seluruh sekolah negeri di Kota Medan."SMA Negeri 15 Medan ini hanya salah satu contoh saja. Di sekolah lain pasti ada juga sisipan," duganya.

Dikatakan Ilhamsyah, praktik sisipan diduga memanfaatkan 'jatah' bina lingkungan. Di mana, pada PPDB 2016, kuota untuk bina lingkungan ditetapkan 10 persen dari jumlah yang diterima.

"Untuk bina lingkungan, apa kriteria sekolah menerimanya? Boleh kita cek, apakah siswa yang lulus dari jalur bina lingkungan sesuai dengan syaratnya? Kan ada syarat kalau bina lingkung merupakan jalur untuk siswa miskin yang tinggal tidak jauh dari sekolah. Kalau faktanya saat ini, bina lingkungan 'membinasakan' masyarakat yang layak mendapatkannya," sindirnya. (BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Terkait Dana BOS, Polres Langkat Periksa Sejumlah Kepala Sekolah

Pendidikan

Ombudsman RI:Dunia Pendidikan di Kota Medan Sudah Carutmarut

Pendidikan

Disdik Binjai Instruksikan Sekolah Awasi Prilaku Siswa

Pendidikan

Ada yang Tidak Beres dengan Penerimaan Siswa Baru, Laporkan ke KIP Sumut

Pendidikan

Dugaan Kecurangan PPDB, KIP Dorong Orangtua Siswa Pertanyakan Hasil Seleksi

Pendidikan

Buka O2SN, Mendikbud Harapkan Para Siswa Ambil Hikmah Sebuah Kompetisi