Beritasumut.com-Hujan yang mengguyur Kota Medan, Senin (18/07/2016) pagi tidak menghalangi semangat siswa baru untuk mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Hal ini terlihat di SMP Negeri 4 Medan dan SMA 3 Medan. “Kami bernyanyi bersama dan membuat bio data, senang sekolahnya,” ucap Dori, siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Medan.
Murid lainnya, Widya juga mengaku sangat semangat mengikuti belajar di hari pertama sekolah. Dirinya mengaku tidak ada diminta sekolah untuk membawa pernak-pernik yang biasanya dibawa saat orientasi sekolah atau masa perkenalan sekolah dulu.
Siswa-siswa SMA Negeri 3 Medan pun mengaku tidak ada diminta membawa pernak-pernik orientasi sekolah. Mereka mengaku hanya diminta untuk membawa makanan dan air minum. Selain itu, untuk pengenalan nama setiap orang, hanya ada karton yang digantungkan di leher dengan tulisan nama, tempat tanggal lahir, asal sekolah, cita cita dan motto.
“Tidak ada disuruh bawa pernak-pernik, hanya bawa makanan dan air minum saja,” ucap Anzel Z Rundisgi bersama temanya usai upacara sekaligus pembukaan dimulainya PLS di sekolah tersebut.
Ketua panitia PLS SMA Negeri 3 Medan, Adi Wijaya menuturkan kegiatan PLS dilakukan untuk menjalankan instruksi dari Kemendikbud RI nomor 18 tahun 2016. Kata dia, PLS dilaksanakan selama 3 hari, mulai Senin (18/07/2016) hingga Rabu (20/07/2016).“Setelah itu, baru efektif dilaksanakan proses belajar mengajar,” terang dia.
Dikatakannya, pelaksanaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana hari ini siswa baru memakai seragam sekolah. Dalam kegiatan PLS ini, sambungnya, dilakukan penyuluhan tentang sekolah, penyuluhan tentang tertib lalu lintas dari Polresta, penyuluhan bahaya Narkoba dari BNN serta penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara dari TNI.
Ditambahkannya, di SMA 3 ada 26 ekstrakurikuler yang dapat diikuti siswa sesuai dengan minat dan keinginannya seperti kesenian, olahraga dan mengenai mata pelajaran.
Sementara itu, di SD 060933 Medan Johor. Tampak siswa ditemani orangtua memasuki kelas. Seperti yang selalu terjadi setiap tahunnya, banyak siswa tingkat pertama sekolah dasar ini yang menangis karena ditinggal orangtuanya.“Memang selalu terjadi seperti ini. Karena baru pertama sekali sekolah, banyak yang takut ditinggal orangtua,” ujar Situmorang, guru kelas 1 SD dengan jumlah siswa baru sebanyak 49 siswa ini.(BS03)