beritasumut.com- Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) pimpinan Amir Yanto dihadapkan dua tugas berat pada tahun 2025. Apa saja itu?
Tugas pertama adalah menyukseskan penyelenggaraan Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025 yang akan digelar di Bali pada 17-23 Juni 2025. Tugas kedua menyiapkan Tim Anggar Indonesia yang akan tampil pada SEA Games 2025 di Thailand, 7-19 Desember 2025.
"Sudah lama Indonesia tidak mendapat kepercayaan menggelar even internasional di dalam negeri. Ini merupakan suatu kehormatan Indonesia ditunjuk Federasi Anggar Internasional (FIE) menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025. Makanya, PB IKASI bertekad mensukseskan penyelenggaraan dan juga meraih prestasi," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB IKASI yang juga sekaligus Ketua Panitia Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025, Dr. Masyhudi, dalam keterangan persnya.
PB IKASI telah memanggil 52 atlet anggar berkualitas untuk mengikuti seleksi nasional (Seleknas) menuju Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025. Dari jumlah tersebut akan disaring 24 atlet untuk dibina dalam pelatnas dengan biaya mandiri di bawah asuhan pelatih asal Rusia, Leonov Fedor.
"Sebanyak 24 atlet anggar yang lolos seleksi akan mengikuti program pelatnas jangka panjang. Mereka akan diterjunkan di Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025. Bukan hanya bertujuan meraih prestasi, tetapi menambah jam terbang," papar Masyhudi.
"Kemudian, mereka yang terbaik akan terus menjalani program pelatnas dalam rangka memenuhi target PB IKASI menjadikan cabang olahraga anggar bisa kembali menjadi andalan Kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand," sambungnya.
PB IKASI juga bakal menggelar program uji coba. Lawan tandingnya adalah atlet anggar asal Rusia.
"Ya, kita memang sudah ada program untuk latih tanding dengan atlet anggar Rusia. Jadi, mereka bisa mengenal berbagai karakter lawan sebelum diterjunkan di Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025 dan SEA Games 2025 Thailand," Masyhudi mengungkapkan.
Mashyudi mengungkapkan, Ketua Umum PB IKASI Amir Yanto cukup komitmen dalam menjalankan program pembinaan. Bahkan, dia menyebut seluruh program dijalankan dengan biaya mandiri.
"Sejak awal PB IKASI menjalankan program dengan dana mandiri lewat sponsor dan donator yang punya kepedulian terhadap olahraga. Makanya, kami bisa menggelar kejuaraan nasional, pelatnas ,mengirimkan atlet menjalani trainning camp di luar negeri dan mengikuti berbagai single event internasional," katanya.