PBSI Ingin Maksimalkan Potensi Atlet Main Rangkap seperti Fadia

Herman - Rabu, 15 Januari 2025 07:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012025/_9277_PBSI-Ingin-Maksimalkan-Potensi-Atlet-Main-Rangkap-seperti-Fadia.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Memasuki tahun 2025, PP PBSI menerapkan program main rangkap khususnya kepada atlet ganda. Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi yang melakukannya.Fadia sendiri telah bermain dengan Lanny Tria Mayasari di nomor ganda putri. Tepatnya di Malaysia Open 2025 yang baru berakhir pekan lalu. Mereka sukses menjadi salah satu dari dua wakil Indonesia yang lolos sampai delapan besar.Setelah tampil di Malaysia, Siti Fadia Silva Ramadhanti juga turun di India Open yang resmi dimulai pada hari Selasa (14/1/2025). Bedanya, ia kini bermain di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah."Jadi untuk program bermain rangkap terutama Dejan/Fadia, ataupun yang lainnya nanti, tujuannya adalah kami akan memaksimalkan potensi atlet. Kami tidak mau mengotak-ngotakkan," Ketua bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian kepada pewarta di Pelatnas PBSI Cipayung."Mungkin mereka mencapai prestasi di level tertentu, yang membutuhkan sesuai spesifikasi, lalu kami akan putuskan spesifikasinya nanti. Tapi, pada saat atlet ini merasa, atau mereka malah bisa berprestasi di dua-duanya, dan atletnya komitmen, ya kenapa kita harus putuskan untuk mengotakkan lagi," tuturnya."Tapi intinya adalah memaksimalkan potensi atlet. Itu tujuan awal kita, kenapa sekarang kita boleh bermain rangkap," ujar Eng Hian melanjutkan.Eng Hian juga menegaskan ke depannya tidak hanya ada Siti Fadia Silva Ramadhanti saja. Ada kemungkinan atlet-atlet lain akan bermain rangkap di turnamen-turnamen selanjutnya."Nanti lihat saja di turnamen-turnamen lainnya, terutama yang pertama ya, nanti akan ada pasangan-pasangan yang gado-gado," kata Eng Hian.Program bermain rangkap ini sejatinya bukan hal yang baru bagi dunia olahraga bulutangkis. Sejumlah negara bahkan sudah menerapkannya seperti Korea Selatan, China, hingga Jepang, dan juga negara-negara Eropa. Khusus Eropa lebih disebabkan jumlah pemain bulutangkis yang terbatas.Bahkan tak jarang yang berhasil mencetak prestasi di dua nomor. Salah satunya Yuta Watanabe dari Jepang. Dia berduet dengan Hiroyuki Endo dan sempat menduduki peringkat pertama ganda putra, dan menempati ranking ke-4 berpasangan dengan Arisa Higashino di ganda campuran pada tahun 2022.(dtc)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

PBSI Turunkan 19 Wakil di Kejuaraan Asia 2025

Olahraga

PBSI Bakal Tentukan Tim Piala Sudirman Melalui Hasil dari Tur Eropa

Olahraga

Mulyo Handoyo Evaluasi Performa Tunggal Putra, Soroti Chico

Olahraga

Wacana Perubahan Format Skor Bulutangkis, Ricky: 21 Poin Masih Ideal

Olahraga

Seleknas 2025 Dimulai, PBSI Cari Atlet Muda yang Bukan Sekadar Juara

Olahraga

Ini Lawan-lawan RI di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2025