Erick Thohir soal STY: Lebih Baik Ambil Risiko daripada Menyesal

Herman - Selasa, 07 Januari 2025 07:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012025/_2707_Erick-Thohir-soal-STY--Lebih-Baik-Ambil-Risiko-daripada-Menyesal.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Timnas Indonesia dan Shin Tae-yong berpisah. Ketum PSSI Erick Thohir menyebut risiko akan hal itu pasti ada, tapi lebih baik diambil daripada menyesal.Shin Tae-yong tak lagi menukangi Garuda dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Posisinya digantikan pelatih asal negeri Kincir Angin yang namanya masih dirahasiakan.Pergantian posisi pelatih itu dilakukan atas hasil evaluasi yang dilakukan dalam beberapa waktu lalu. Erick Thohir mengatakan keputusan ini diambil untuk memastikan semua dinamika diukur sebaik-baiknya, sehingga hasilnya dapat lebih konsisten.Menteri BUMN tersebut bahkan menyatakan waktu 2,5 bulan yang tersisa sebelum lanjutan ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 dimulai adalah waktu yang tepat dan tak tergesa-gesa."Kalau saja waktu itu kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa, mungkin kurang baik juga. Tapi ini sudah dirasakan sejak pertandingan, bahkan mungkin sebelum Indonesia lawan China, tetapi waktunya terlalu mepet," kata Erick Thohir dalam jumpa persnya di Menara Danareksa, Jakarta, Senin (6/1/2025)."Yang terbaik ya hari ni karena kita masih punya waktu 2,5 bulan untuk persiapan. Saya tidak mau ambil keputusan yang hasilnya tidak baik. Setelah evaluasi dan perhitungan, waktu 2,5 bulan ini cukup, tidak tergesa-gesa," tuturnya.Erick Thohir juga menjelaskan bahwa pergantian pelatih di tengah kualifikasi Piala Dunia yang masih berjalan merupakan hal lumrah dalam dunia sepakbola. Sebab, beberapa negara lain juga melakukan yang sama.[br] "Saya rasa hal yang biasa, memang untuk posisi kualifikasi Piala Dunia ini banyak negara-negara mengganti pelatihnya, tinggal dihitung risikonya," ujar pria berusia 54 tahun tersebut."Makanya saya ceritakan, sebelum pertandingan di China itu sudah terjadi dinamika yang cukup tinggi. Kalau kita hitung-hitung, jika dilakukan saat itu, jarak ke pertandingan berikutnya cukup singkat. Makanya hari ini yang terbaik," lanjutnya."Risiko tentu ada, tetapi lebih baik ambil risiko daripada menyesal di kemudian hari. Dan kemudian kita mencari figur yang bisa memberi ekstra effort dalam hal komunikasi, taktikal, dan lain-lain," pungkasnya.(dtc)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Sikat Bahrain, Indonesia Mulai 'Intip' Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Olahraga

Indonesia Vs Bahrain: Gol Romeny Menangkan Skuad Garuda

Olahraga

Awal Tak Oke Kevin Diks di Timnas Indonesia: Cedera, Gagal Penalti

Olahraga

Klasemen Grup C Usai Indonesia Dibantai Australia: Garuda Kelima

Olahraga

Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia Ditekuk Australia 1-5

Olahraga

Jelang Lawan Australia, Indonesia Mulai Berlatih di Lapangan