PP PTMSI Tolak Penggabungan Atlet Binaan PB PTMSI ke SEA Games Kamboja

Herman - Senin, 27 Maret 2023 23:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032023/_558_PP-PTMSI-Tolak-Penggabungan-Atlet-Binaan-PB-PTMSI-ke-SEA-Games-Kamboja.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) pimpinan Oegroseno secara tegas menolak upaya penggabungan atlet binaan Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) pimpinan Peter Layardi masuk tim persiapan menuju SEA Games Kamboja. Alasannya, PB PTMSI organisasi ilegal yang eksistensinya dipaksakan oleh KONI Pusat.Ketua Umum PP PTMSI Komjen Pol (Purn) Oegroseno mengatakan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Minggu, (26/03/2023) petang tadi.Oegroseno menyebutkan Kepengurusan PTMSI yang legal dari sisi hukum adalah PP PTMSI berdasarkan AD/ART PTMSI 2012 dan pasal 47 PP No.16 Tahun 2007.Oleh karena itu, kata Oegroseno, dengan menerima penggabungan atlet dari sebuah organisasi yang ilegal itu artinya kita tidak tahu aturan main organisasi."Jangan hanya dengan dalih demi kepentingan nasional lalu aturan diabaikan. Kami bukan menghalangi upaya penggabungan itu asalkan berdasarkan aturan," tutur mantan Wakapolri itu.Oegroseno merasa heran dengan KONI Pusat, organisasi Keolahragaan yang cukup besar masih memaksakan kehendaknya dengan mempertahankan eksistensi PB PTMSI yang ilegal, sudah dibatalkan oleh penetapan Mahkamah Agung RI No.274 K/2015 yang sudah inkracht. Akibat dualisme kepengurusan tersebut menurut Oegroseno, atlet tenis meja Indonesia tidak diberangkatkan ke SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2022 Vietnam."Untuk menghadapi SEA Games Kamboja ini PP PTMSI telah melaksanakan Kejurnas, Seleknas dan Pelatnas dengan mendatangkan pelatih asal Korsel selama 1 tahun. Selain itu PP PTMSI telah melaksanakan Review dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan disiapkan 3 atlet putra dan 3 atlet putri. Nama-nama atlet tersebut sudah masuk entry by name ke pihak penyelenggara SEA Games Kamboja," paparnya.Namun tiba-tiba seperti dikatakan Oegroseno, pihaknya mendengar Kabar bahwa atas perintah dan permintaan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Asdep 4 Kemenpora Surono untuk mengurangi atlet tenis meja yang sudah disiapkan oleh PP PTMSI."Jadi ada dua atlet kami dicoret dan digantikan oleh atlet binaan PB PTMSI. Dan yang paling konyol lagi, Asdep Kemenpora itu mengancam membatalkan pengiriman cabor tenis meja ke SEA Games Kamboja jika permintaan itu tidak dituruti," lanjutnya.Sikap Asdep tersebut, kata Oegroseno, sama saja membunuh atlet muda potensial untuk meraih prestasi. "Padahal yang bersangkutan ini tengah bidding jabatan Deputi 4 Kemenpora RI. Bagaimana nasib olahraga Indonesia jika orang seperti ini menduduki posisi strategis di Kemenpora," ungkapnya.(BS06)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Efisiensi Anggaran, Kemenpora Fokus Cabor Prioritas di SEA Games 2025

Olahraga

IBL 2025 Jadi Persiapan Timnas Basket Menatap SEA Games Thailand

Olahraga

Pemprov Sumut Serahkan Tali Asih kepada Atlet Berprestasi Asian Games dan Sea Games

Olahraga

Terbitkan Keputusan Pembekuan Sementara PP PTMSI, KOI Seperti Membunuh Bebek yang Lumpuh

Olahraga

Sutarto: Selamat Atas Kemenangan Timnas Indonesia, Genjot Terus Mental Pemenang

Olahraga

Klasemen Akhir Medali SEA Games 2023, Raih 87 Emas, Indonesia Peringkat 3