Manager Tim All England Indonesia Ricky Subagja: Kami Didiskriminasi dan Merasa Disabotase

Herman - Senin, 22 Maret 2021 09:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032021/_3593_Manager-Tim-All-England-Indonesia-Ricky-Subagja--Kami-Didiskriminasi-dan-Merasa-Disabotase.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Tim bulutangkis Indonesia yang gagal mengikuti turnamen All England di Birmingham dipastikan tiba kembali di Tanah Air hari Senin (22/03/2021) ini. Mereka menjalani isolasi mandiri lebih cepat dari seharusnya baru berakhir besok. Kepulangan ini atas jaminan KBRI di London dan Kementerian Luar Negeri Inggris mengingat hasil uji swab PCR pada Jumat malam hasilnya negatif."Semoga kepulangan lebih cepat ini menurunkan tekanan psikologis para pemain, kekecewaan dan kemarahan mereka atas perlakuan diskriminatif yang kami alami," kata Manajer Tim All England Ricky Ahmad Subagja kepada tim blak-blakan detikcom, Sabtu (20/03/2021).Seperti diketahui, otoritas kesehatan Inggris, NHS (National Health Service) meminta seluruh pemain Indonesia untuk mengisolasi diri. Sebab di pesawat yang ditumpangi tim dari Istanbul ke Birmingham ada penumpang yang positif Covid-19. Padahal hasil tes swab PCR tim Indonesia setibanya di Birmingham telah dinyatakan negatif.Perlakuan diskriminatif terhadap Indonesia terlihat ketika tim Denmark, India, dan Thailand yang hasil tes PCR negatif diberi kesempatan melakukan uji ulang. Bahkan demi menunggu hasil, panitia All England dan BWF (Badminton World Federation) sepakat memundurkan jadwal. "Tapi tidak terhadap Indonesia. Kami menerima e-mail dari NHS yang meminta untuk isolasi," ujar Ricky.

Baca Juga : Indonesia Didepak dari All England, Ini Sederet Diskriminasi Tim Indonesia di All England

Dengan perasaan kecewa, sedih, dan jengkel dia dan para pemain mematuhi permintaan tersebut. Tapi panitia membiarkan mereka berjalan kaki menuju penginapan sejauh 800 meter. Padahal sebelumnya panitia menyediakan bus jemput-antar untuk mereka. Saat tiba di Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre, mereka pun tak diperkenankan menggunakan lift untuk menuju ke kamar masing-masing di lantai tiga.[br] "Kami harus naik tangga. Kami diperlakukan seperti sudah terjangkit Covid-19," kata Ricky yang bersama Rexy Mainaki pernah menjadi juara All England pada 1995 dan 1996.Perasaan diperlakukan diskriminasi itu kian mengental ketika mengetahui pemain asal Turki, Neslihan Yigit yang satu pesawat dengan mereka sempat diizinkan bertanding meski sehari kemudian dinyatakan walk-out.Salinan e-mail NHS yang diterima detikcom antara lain menyebutkan, "Anda telah diidentifikasi kontak dengan seseorang yang baru-baru ini dites positif Covid-19, sehingga Anda harus tinggal di rumah dan mengisolasi diri hingga 23 Maret (terhitung sejak hari ini).""Anda harus melakukannya bahkan jika Anda tidak memiliki gejala atau menerima hasil negatif saat dites. Hal ini karena Anda mungkin masih bisa terinfeksi Covid-19."

Baca Juga : All England 2021: Jepang Pastikan Juara di Tiga Nomor

Anehnya lagi, menurut Ricky, tak ada informasi bahwa NHS melakukan pelacakan terhadap siapa saja yang pernah berinteraksi dengan tim Indonesia. Sebab Tim Indonesia sudah lima hari di Birmingham, dan berinteraksi dengan banyak orang baik di lobi hotel, shelter bus, maupun di arena pertandingan. "Tapi mereka yang pernah berinteraksi itu dibiarkan saja," ujarnya.[br] Dari sederet fakta itu, kata Ricky Subagja, wajar dan logis bila para pemain merasa ada sabotase oleh pihak tertentu terhadap tim bulu tangkis Indonesia. Apalagi 12 pemain Indonesia termasuk top dunia yang berpeluang besar meraih juara di even bulutangkis tertua ini. "Para peserta dari negara lain tentu sangat beruntung dengan ketidakhadiran pemain Indonesia," jelas Ricky.Seharusnya, dia melanjutkan, BWF dan Panitia All England lebih profesional dan fair. "Kita tahu Presiden BWF Poul-Erik Hoyer Larsen dari Eropa (Denmark) harus fair terhadap seluruh anggotanya termasuk Indonesia," pungkas Ricky.(dtc)


Tag:

Berita Terkait

Olahraga

Leo/Bagas Kalah, Rentetan Gelar Juara RI di All England Terputus

Olahraga

Hasil All England 2025: Leo/Bagas Kalah di Final

Olahraga

All England 2025: Sikat Sabar/Reza, Leo/Bagas Wakili Indonesia di Final

Olahraga

All England 2025: Gregoria Melaju ke Perempatfinal

Olahraga

All England 2025: Sabar/Reza Maju ke Perempatfinal

Olahraga

All England 2025: Rehan/Gloria Melangkah ke Perempatfinal