Beritasumut.com-Sebagai upaya untuk mendukung pelestarian budaya di Sumatera Utara, warga Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo dan Dairi diberikan 1000 papan catur. Pemberian ini diberikan secara simbolis pada acara puncak Final Gala Catur Emas 2017 di Lapangan Bola Tanah Enam Ratus Medan, Sabtu (15/04/2017). “Ini bagian dari CSR kita. Seperti yang kita ketahui, bahwa awal mulanya catur di Indonesia berawal dari Kota Medan. Adanya catur di Tanah Deli itu dipublikasikan oleh media Sumatera Post pada 1904,” ujar Muhammad Zein, salah satu perwakilan Wismilak. Bukan hanya itu, ia juga menambahkan bahwa sejarah catur itu juga dikuatkan dengan kegiatan regular catur di warung-warung tepi jalan di Berastagi awal tahun 1920-an.“Dan termasuk legenda pemain catur Narsar Karo-karo yang merupakan master catur dunia zaman dahulu. Atas dasar itulah kita membagikan 1000 papan catur ini untuk Sumut,” katanya. Nantinya, 1000 catur itu akan dibagikan ke warung-warung kopi yang ada di lima kabupaten/kota tersebut.“Ada tim kita yang membagikannya, sekaligus dari lima kabupaten/kota itu juga kita menyeleksi pemain-pemain catur dari warung kopi. Sudah kita dapatkan 20 peserta dari para pemenang dan juaranya kita ambil hari ini,” ucapnya sambil berharap akan ada pemain catur dunia yang lahir dari warung kopi.(BS03)