Beritasumut.com-Kontingen Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI l) Sumut bertolak ke Jakarta melalui bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Jumat (24/02/2017). Sebanyak 8 Jujitsan dan 4 official akan melakoni laga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta, 25-27 Februari. Misi Jujitsu Sumut berambisi untuk untuk mengukir prestasi dalam cabang olahraga beladiri asal Jepang. "Kami telah mempersiapkan para jujitsan untuk menghadapi Kejurnas di Jakarta. Sebelum laga diajang nasional ini, Jujitsu Sumut telah mekakukan seleksi yang diikuti para jujitsan se-Sumut. Hasilnya sebanyak 14 jujitsan lolos seleksi sesuai dengan penilaian tim pelatih," ujar Manager Kontingen Sumut Syaiful Bahri Nasution didampingi, Andy P Koesno (Waketum PBJI Sumut), Ronald titaley (Pelatih) dan M.Abdi Ridha (Pelatih). Ia menambahkan 14 jujitsan yang lolos seleksi tersebut mengikuti training centre (TC) mulai Desember tahun lalu yang digelar dua lokasi yakni PDAM Tirtanadi jalan SM Raja Medan dan sekretariat PBJI Sumut Jalan Sei Padang Medan. Setelah dilakukan penilaian selama TC berdasarkan penilaian tim pelatih sebanyak 5 jujitsan terpaksa dicoret namanya karena tak disiplin. Sementa 1 jujitsan putri tidak berangkat karena kelas yang dipertandingkan tidak ada di Kejurnas. "Tentunya misi diajang nasional ini kami tidak berjanji muluk-muluk, kepada jujitsan telah diinstruksikan untuk tampil maksimal dengan target untuk mengukir prestasi dan membawa nama harum Sumut dalam perhelatan antar provinsi se-Indonesia dalam cabor Jujitsu," tandasnya. Sementara itu, tim pelatih Ronald Titaley dan M Abdi Ridha menjelaskan sebanyak 8 jujitsan Sumut yang berlaga diajang tingkat nasional yakni Andro Titaley, M.Yunus Fauzi, Samuel, Juanda Ndruru, M Ihsan, Fariz, Irvani dan Suci Harun. Jujitsan yang mewakili Sumut terdiri dari 6 jujitsan asal Medan dan 2 asal Kabupaten Madina. Sementara itu; Suci Harun satu-satunya jujitsan putri. "Ajang nasional ini merupakan kesempatan emas bagi jujitsan Sumut sebagai pembuktian diri untuk menerapkan jurus terbaik untuk menekuk lawan dari daerah lain," jelasnya. Ditambahkannya, materi yang diperoleh selama mengikuti TC dapat dijadikan sebagai modal utama para jujitsan untuk tampil maksimal. Jangan sampai lengah saat berlaga dan membuang jauh emosi saat pertandingan nanti. "Hasil evaluasi dari tim pelatih para jujitsan selama TC telah menunjukkan perkembangan yang baik. Apalagi para jujitsan siap fight dengan tarrget membawa pulang medali," pungkasnya.(BS03)