Beritasumut.com-Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Medan menggelar seleksi atlet yang dipersiapkan untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang diselenggarakan di Semarang, September mendatang. "Untuk saat ini, Perpani Medan fokus melakukan seleksi terhadap atlet yang dipersiapkan untuk Popnas. Seleksi yang dilakukan dengan untuk menjaring 5 atlet yang handal dan tangguh dengan misi mendulang medali", ujar Ketua Umum Pengkot Perpani Medan Fadillah Hutri Lubis di Medan, Kamis (12/01/2017). Dia menjelaskan, seleksi diikuti para pelajar SMA se-Kota Medan yang memiliki bakat panahan termasuk atlet peraih medali pada ajang Porkot Medan tahun lalu. Seleksi dilakukan sangat ketat dan selektif dengan menggunakan format Perpani pusat. Sambung Fadillah, selebih digelar hingga akhir Januari di lokasi latihan Tasbi. Seleksi dengan format Perpani Pusat agar para atlet yang ikut seleksi merasakan seperti lomba di tingkat nasional, sehingga Perpani Medan benar-benar mendapatkan pemanah yang mampu bicara di ajang nasional. Lebih lanjut dia menuturkan, para atlet yang telah dijaring selanjutnya dilalukan pembinaan untuk menjadikan atlet berkualitas. Para pemanah yang lulus seleksi harus memenuhi syarat mencapai nilai 300 skor berdasarkan penilaian panahan mencapai target. Jika tidak memenuhi syarat tersebut maka pemanah akan dikenakan sanksi pada Popnas. Dia menambahkan, hasil evaluasi selama setahun ternyata perkembangan panahan di Medan kian meningkat. Prestasi yang diraih atlet di Medan pun kini tidak lagi didominasi satu atau dua kecamatan saja tapi sudah mulai merata setiap kecamatan. Perkembangan ini, lanjut Fadillah, lokasi latihan panahan yang minim kini bertambah sehingga pemanah dapat mengembangkan diri untuk menjadi atlet terbaik. Perpani Medan melakukan kerja sama dengan pihak Lanud Soewondo Medan. "Tempat latihan ini sangat strategis karena jauh dari pemukiman masyarakat dan jarang dilintasi masyarakat sehingga semakin membuat pemanah latihan semakin fokus. Soalnya latihan panahan sangat membahayakan masyarakat jika busur tak tepat sasaran ada masyarakat yang melintas," pungkasnya. (BS03)