Beritasumut.com-Kasus dugaan penyelewengan dana sosialisasi Asian Games 2018 yang menetapkan Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Dody Iswandi sebagai tersangka dugaan korupsi, menurut Ketua KONI di Sumatera Utara (Sumut) tidak memengaruhi pembinaan prestasi atlet-atletnya. "Meski ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh Sekjen KOI Pusat, hal tersebut tidak akan mengganggu pembinaan prestasi atlet di Sumut," ucap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut Jhon Ismadi Lubis kepada wartawan via seluler, Rabu (07/12/2016). Jhon menilai, hingga hari ini pembinaan seluruh cabang olahraga terus berlanjut di Sumut. "Karena peningkatan pembinaaan itulah, atlet olahraga Sumut akan berprestasi ditingkat nasional dan internasional," tuturnya. Diakui Jhon, melakukan pembinaan tidak gampang, karena target utama KONI Sumut adalah bagaimana para olahragawan di Sumut bisa sejajar daerah-daerah lain, terutama yang ada di pulau jawa. "Misalnya Pada PON di Jabar itu, Sumut berhasil masuk lima besar. Ini menunjukkan olahraga di Sumut sudah meningkat dan telah bisa berbicara banyak di tingkat nasional. KONI Sumut ingin membangun komitmen bersama untuk memajukan olahraga di Sumut," jelasnya. "Untuk pembinana atlet olahraga di Sumut sudah tersusun programnya. Jadi tidak ada masalah pejabat utama yang ada di KOI Pusat itu bermasalah. Untuk itu, saat ini sudah melakukan sosialisasi kepada pengurs daerah untuk meningkat kualitas atlet yang akan dibina. KONI Sumut hanya mengingginkan pembinana atlet harus dilakukan penuh dengan tanggung jawab sebagai pengurus KONI," tandasnya. (BS03)