Beritasumut.com-Kegagalan tim sepakbola Sumatera Utara di PON XIX/2016 Jawa Barat memantik kekecewaan masyarakat karena anggaran sepakbola terbuang percuma tanpa prestasi. KONI Sumatera Utara dinilai menjadi pihak yang bertanggungjawab atas kegagalan tersebut. Dua kekalahan dirasakan anak asuh Budi Sianturi itu. Kalah tipis 2-1 dari Sulawesi Selatan, takluk 2-0 atas Kalimantan Selatan. Sedangkan kemenangan yang diraih hanya dari Sumatera Selatan 2-1, dirasa tak membantu peluang melaju ke babak 8 besar, karena hanya bertengger di posisi keempat klasemen, sebagai juara kunci karena kalah selisih gol dari Sumsel yang diposisi ketiga. Mantan Asisten Manajer tim sepakbola PON XVIII/2012 Riau Azzam Nasution, mengatakan, kegagalan tim sepakbola menjadi tanggungjawab KONI Sumut. Banyaknya persoalan tim dikesampingkan, KONI Sumut dan membiarkannya."KONI Sumut harus bertanggungjawab dengan gagalnya tim sepakbola.Banyak permasalahan tapi terkesan dibiarkan," ungkap Azzam,Senin (19/09/2016). Hal yang fatal bagi tim, adalah dengan mengikutsertakan tampil di Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B. Membawa bendera PS Bintang Jaya Asahan, Musrizal Muzzaki dkk bersaing dengan tim sekelas Divisi Utama. Hal tersebut, menurut Azzam bukan pilihan bijak dan keputusan tersebut kesalahan besar. "Tim dikemas dalam bentuk ISC yang pembinaannya berbeda untuk membela Bintang Jaya. Bukannya meningkatkan kualitas, malah utamakan Bintang Jaya. Hingga timbul kesan, tim PON milik pribadi, bukan milik Sumut," ujarnya. Materi pemain pun menjadi sorotannya. Azzam melihat, materi pemain tidak sesuai dengan sistem yang berjalan. Dimana, Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) dimana tim sepakbola Medan tampil sebagai juara, malah minim masuk dalam tim."Seharusnya, berdasarkan sistem, maka tim yang tampil di final mendominasi tim PON. Tapi kenyataannya tidak, hanya berapa pemain saja tim yang menang masuk dalam tim. Ini pun dibiarkan KONI juga," kesalnya. Hal lainnya, penetapan pelatih hingga home base tim selama Pelatda pun menjadi sorotannya. Pergantian pelatih dari Syaftlrial Effendi ke Budi Sianturi dinilai Azzam patut dipertanyakan dan harus mendapat penjelasan dari KONI Sumut dan manajemen tim. "Home base di Asahan, bagaimana mendapat lawan yang sepadan dan persiapan fokus. Begitu juga dengan pelatih, yang tidak layak sesuai dengan verifikasi PON.Itu semua sudah saya ingatkan kepada Ketua Harian KONI Sumut, Pak John, agar tim sepakbola diambil alih. Tapi tidak ditanggapi, jawaban yang disampaikan pun tidak mendasar," jelas Azzam. Semua itu, lanjut Azam, berbanding terbalik dengan tim sepakbola PON 2012. Kalau itu, tim benar-benar dipersiapkan selama 2,5 tahun. Mulai dari pembentukan tim hingga keseriusan dan kesiapan menatap PON. "Tim sepakbola PON 2012, benar-benar kami siapkan. Butuh waktu 2,5 tahun kami menyiapkan tim. Hasilnya, tim tampil ke final, meski kalah dan hanya meraih perak, tapi tim benar-benar maksimal," tegasnya. Sedangkan Ketua Kontingen PON Sumut, John Ismadi Lubis mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap tim PON. Terhenti di babak penyisihan grup, jauh dari harapan. Seperti diketahui, sepakbola mengemban target melaju ke final. Raihan tim PON Sumut di PON XVIII/2012 Riau lalu, dimana raih perak setelah kalah dengan Kalimantan Timur, menjadikan minimal yang diraih sama. Namun, hal tersebut tak kesampaian, Sumut tak mampu keluar dari fase penyisihan grup."Ya, sepakbola Sumut kalah dan gagal. Saya belum terima laporan menyeluruh, yang pasti akan ada evaluasi dari Pengprov-nya," ungkap John. Disinggung jika KONI Sumut membiarkan tim sepakbola dengan permasalahan yang terjadi, John berkilah dengan mengatakan, pihaknya sudah memberi saran, namun tak digubris manajemen tim. "Kita sudah banyak memberi saran, tapi tidak diterima," kilah John. Pernyataan John ini berbanding terbalik, saat KONI Sumut meninjau tim sepakbola. Polemik internal tim, kalau itu, John mengatakan, jika tidak ada permasalahan internal tim, Juli lalu. John pun menegaskan, jika tim dalam kondisi bagus. Saat itu, John menegaskan, jika KONI tidak akan mengambil alih tim. "Saat kami memantau langsung Pelatda mereka di Stadion Mutiara Kisaran beberapa waktu lalu, mereka masih dalam kondisi bagus dan latihan tetap berjalan lancar," pungkas John.(BS03)