KPU Tak Sepenuhnya Pakai DP4 dalam Mutakhirkan Data Pemilih

- Selasa, 03 April 2018 23:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042018/6587_KPU-Tak-Sepenuhnya-Pakai-DP4-dalam-Mutakhirkan-Data-Pemilih.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Begitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan ada sebanyak 6,7 juta pemilih di Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018, yang belum punya KTP el, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, langsung bergerak melakukan pengecekan. Data pemilih yang telah disusun KPU pun telah diminta. Tapi hanya sebagian yang baru diberikan. 

 

Setelah dilakukan pengecekan, ada fakta baru yang terungkap. Salah satunya, orang yang sudah mati, bahkan telah diterbitkan akta Kematian dan di Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), sudah tak ada, dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang disusun KPU masih tercantum. Pemerintah pun menyimpulkan, komisi pemilihan tidak sepenuhnya menggunakan DP4 sebagai pedoman dalam penyusunan daftar pemilih. 

 

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arief Fakrulloh mengutip keterangan Viryan dari KPU, pada 20 Maret, komisi pemilihan telah  merilis DPS Pilkada di 375 kabupaten atau kota sebanyak 152.092.310 pemilih. Dari jumlah tersebut ada 6.768.125 pemilih belum memiliki KTP el."Lalu saya sebagai Dirjen pada 21 Maret bersurat ke KPU untuk minta data DPS termasuk data yang belum punya KTP el," katanya.

 

Namun yang ia sayangkan, sampai tanggal 31 Maret 2018, KPU belum memberikan data utuh DPS dan data yang belum punya KTP el. Padahal data itu sangat penting  untuk dianalisis bersama. Zudan menduga ada kemungkinan data tersebut belum tersusun rapi di KPU pusat. 

 

Zudan juga menegaskan, pada prinsipnya, pemerintah ingin membantu merapikan data pemilih agar tidak ada lagi masalah di daftar pemilih. Bukti konkrit bantuan dari Kemendagri adalah telah diberikannya  pasword  ke KPU. Ini agar komisi pemilihan bisa mengecek data ke database. "Namun sayang bantuan ini tidak dimanfaatkan," katanya.

 

Zudan pun mengungkapkan, sampai saat ini baru sebagian dari data 6,7 juta pemilih yang diberikan. Tapi data DPS yang jumlahnya mencapai 152 juta pemilih belum juga  diberikan KPU. Dan dari 6, 7 juta pemilih yang dianggap oleh KPU belum punya KTP el, ternyata setelah dicek, sebanyak 72.842 orang sudah punya KTP el. Ini pun baru dari sebagian data yang diberikan oleh KPU khususnya data pemilih di Provinsi NTB.

 

"Yang lebih mengkhawatirkan adalah ada 12.212 pemilih dalam DPS yang tidak memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan),  pemilih dengan NIK ganda 9.496 orang dan pemilih sebagai penduduk data ganda sebanyak 761 orang. Kami sudah memastikan bahwa data yang digunakan KPU tersebut bukan bersumber dari DP4 Kemendagri," katanya.

 

Zudan juga mengaku, pihaknya telah masuk ke dalam aplikasi KPU untuk mengecek akurasi DPS. Ternyata setelan dilakukan sampling terhadap 5 NIK yang sudah punya akta kematian, data itu masih masuk dalam DPS KPU. Padahal, akta kematiannya telah diterbitkan sebelum diserahkannya DP4. Artinya, dalam DP4, penduduk yang telah meninggal tersebut sudah tidak muncul. Tapi ternyata  masih ada tercantum dalam DPS yang disusun komisi pemilihan.

 

"Kesimpulan kami bahwa KPU tidak sepenuhnya mempedomani DP4 dan bisa timbul kerawanan atau WNI  menjadi pemilih karena banyak yang di DPS tidak ada NIK-nya," pungkasnya.(BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Kolom Penulis

Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat

Kolom Penulis

Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja

Kolom Penulis

Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024

Kolom Penulis

Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov

Kolom Penulis

Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR

Kolom Penulis

MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi