Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) telah menganggarkan di APBD 2017 Rp 4 miliar untuk mensukseskan Program Asuransi Terpadu Nelayan (Paten). Dengan target 19 Ribu nelayan di Sumut mendapatkan bantuan asuransi tersebut. Kepala Diskanla Provsu Zonny Waldi menghimbau agar Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Diskanla Kabupaten/Kota di Sumut Proaktif khususnya dalam hal pembuatan kartu nelayan. Pasalnya salah satu sarat yang harus dimiliki nelayan yang akan mendapat bantuan asuransi adalah memiliki kartu nelayan. "Selain foto kopi kartu keluarga, permohonan mendapatkan asuransi, surat pengantar pemerintah setempat dan pas poto. Makanya peran pemerintah Kabupaten/Kota khususnya Dinaskanla setempat sangat dibutuhkan untuk mempercepat penerimaan bantuan asuransi ini. Makanya kita juga menghimbau agar Diskanla setempat proaktif mensosialisasikan ini agar bantuan ini tersalurkan dan tepat sasaran," ujar Zonny kepada wartawan disela-sela Musrenbang RPKD Provsu Tahun 2018 di Hotel Santika, Medan, Selasa (18/04/2017). Dijelaskan Zonny, untuk membuat Kartu nelayan tidak dipungut biaya apapun. Hanya saja nelayan harus mengurus pembuatan kartu nelayan di Diskanla Kabupaten.Kota untuk diambil datanya selanjutnya data tersebut dikirimkan via online kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setelah data tersebut diterima KKP selanjutnya akan diteruskan ke Diskanla Provsu untuk dicetak kartu nelayannya. "Selain Pemerintah Kabupaten.Kota, tentunya organisasi-organisasi nelayan juga dapat gencar mensosialiasikan dan mengedukasi kepada para nelayan agar segera membuat kartu nelayan tanpa dipungut biaya. Apalagi saat ini dari total 252 ribu nelayan di Sumut yang baru memiliki kartu nelayan baru sebanyak 51 ribu orang," ujar Zonny lagi. Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan Paten dapat dimiliki seluruh nelayan yang ada di Sumut. Untuk tahun 2017 ini pemprovsu menargetkan 19 ribu nelayan telah terlindungi asuransi nelayan. Berdasarkan geografis, Gubsu menambahkan posisi Sumut berada di bagian barat Indonesia merupakan daerah yang strategis yaitu dengan pantai Timur dan pantai Barat Indonesia. Yang mempunyai potensi perikanan tangkap mencapai 1,7 juta ton per-tahun. "Kondisi ini menjadikan Sumut yang kaya sumberdaya ikan yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan harus dikelola dengan cara yang bijaksana yaitu menggunakan alat tangkap yang ramah agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya. (BS03)