beritasumut.comPT Dua Rimba Medtech Indonesia resmi membuka kantor sekaligus fasilitas operasional di Cikarang sebagai langkah strategis dalam mendorong lokalisasi manufaktur solusi perawatan luka tingkat lanjut di Indonesia.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor di sektor alat kesehatan. Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan, langkah ini dinilai penting untuk mendukung kemandirian industri nasional.
Acara peresmian turut dihadiri oleh L. Rizka Andalusia selaku Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kehadiran pemerintah mencerminkan dukungan terhadap penguatan industri alat kesehatan domestik.
Direktur Utama PT Dua Rimba Medtech Indonesia, Hoesni I Karim, menyampaikan bahwa kompleksitas perawatan luka di Indonesia menuntut solusi yang lebih adaptif terhadap kondisi lapangan.
"Perawatan luka di Indonesia semakin kompleks, sementara solusi yang ada belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan. Karena itu, kami menghadirkan produk yang praktis, andal, dan relevan dengan kondisi lokal," ujarnya.
Perusahaan ini berfokus pada pengembangan dressing modern yang mampu menjaga keseimbangan kelembapan luka, melindungi area luka, serta meningkatkan kenyamanan pasien. Selain itu, produk juga dirancang agar mudah digunakan dalam praktik klinis sehari-hari.
Faktor iklim tropis Indonesia turut menjadi perhatian dalam pengembangan produk, mengingat kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas perawatan luka. Pendekatan berbasis teknologi dan manufaktur lokal diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut secara lebih optimal.
Fasilitas yang dioperasikan di Cikarang telah mengantongi berbagai sertifikasi penting, seperti Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB), sertifikasi Halal, serta standar internasional ISO 13485 dari TUV SUD. Standar ini menjadi jaminan kualitas untuk menjangkau pasar domestik hingga regional.
Selain fokus pada produksi, perusahaan juga menempatkan kolaborasi sebagai pilar utama. Kemitraan dengan tenaga kesehatan, rumah sakit, dan institusi akademik dilakukan untuk memastikan produk yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan klinis di lapangan.
Hoesni menegaskan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada aspek praktis seperti kemudahan penggunaan, kenyamanan pasien, dan efisiensi kerja tenaga medis.
Ke depan, PT Dua Rimba Medtech Indonesia berencana memperluas portofolio produk serta meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap solusi perawatan luka yang berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem alat kesehatan nasional.