Jumlah Kasus DBD di Sumut Mencapai 8.963 Orang

Herman - Minggu, 12 Januari 2025 17:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012025/_4637_Jumlah-Kasus-DBD-di-Sumut-Mencapai-8-963-Orang.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumut sepanjang tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan.Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy mengungkapkan terdapat 8.963 kasus DBD dengan 56 kematian hingga akhir tahun 2024. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencatat 4.578 kasus dan 23 kematian."Kenaikan ini sangat memprihatinkan. Bahkan hingga bulan Agustus 2024, jumlah kasus sudah melampaui angka kasus sepanjang tahun 2023," ujarnya kepada wartawan, Minggu (12/1/2025).Adapun 5 kabupaten/kota dengan kasus tertinggi tahun 2024 adalah Medan (1.102 kasus), Karo (1.006 kasus), Deliserdang (876 kasus), Nias Selatan (775 kasus), Simalungun (697 kasus).Namun, angka kematian tertinggi tercatat di Langkat dengan 15 kasus, diikuti Mandailing Natal (12 kasus), Simalungun (9 kasus), Pematangsiantar (5 kasus), dan Serdang Bedagai (4 kasus).Dinas Kesehatan Sumut telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran DBD, di antaranya:Pemantauan dan evaluasi, melakukan pemantauan program di 33 kabupaten/kota serta memberikan respons sesuai kebutuhan wilayah.Edukasi dan surat edaran, mengeluarkan surat edaran Gubernur Sumut terkait kesiapsiagaan menghadapi peningkatan kasus DBD dan himbauan kewaspadaan dini kepada masyarakat.Distribusi logistik, menyalurkan larvasida, insektisida, mesin fogging, dan alat deteksi dengue sesuai kebutuhan daerah yang terdampak.Surveilans dan penyelidikan epidemiologi, melakukan survei vektor, pengamatan lingkungan, dan penyuluhan di daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Nias Selatan, Mandailing Natal, dan Padanglawas.Gerakan preventif, mengaktifkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) untuk memberantas sarang nyamuk melalui 3M Plus dan meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) hingga di atas 95%.Dinkes Sumut juga menghimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam pencegahan DBD."Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk secara berkala melalui 3M Plus dan aktifkan G1R1J di setiap lingkungan. Konsumsi makanan sehat dan bergizi juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh," tandasnya. (BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Wabah KLB Malaria dan DBD di Nisel Diperpanjang hingga Akhirnya Desember

Kesehatan

Jumlah Kasus DBD di Sumut Meningkat Menjadi 5.853

Kesehatan

Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria

Kesehatan

Dinas Kesehatan: Penyebaran Nyamuk Wolbachia Belum Dilakukan

Kesehatan

Hingga Agustus, Kasus DBD di Medan Mencapai 1.357 Orang

Kesehatan

Hingga Agustus, Kasus DBD Sumut 4.856