beritasumut.com - Sebanyak 3.883 kasus Tuberkulosis (TB/TBC) dari target 18.000 kasus di Kota Medan saat ini sedang diobati."Jumlah itu tercatat pada tahun 2024 sampai dengan Maret," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Medan Edi Subroto, kepada wartawan, kemarin.Ia menyampaikan target orang menderita TB/TBC untuk diobati 18.000 kasus. Namun, hingga Maret 2024 sudah mencapai 3.883 orang untuk diobati."Jumlah orang yang diobati TB/TBC tahun 2023 sebanyak 13.052 kasus dari target 18.000 kasus," ungkapnya.Edi Subroto menyampaikan penyebab TBC adalah kuman Micobakterium Tuberkulosis yang tertular lewat bicara, batuk dan bersin."Kemudian orang yang rentan tertular TBC adalah kontak erat, kontak serumah, yang bergejala batuk, pasien diabetes, pasien HIV, perokok dan lainnya," ujarnya.Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Medan dalam penanggulangan TBC telah melakukan peningkatan kapasitas bagi tenaga kesehatan (nakes) dalam layanan TBC. Hal itu baik sosialisai, pelatihan, pembinaan dalam layanan TBC standar Kemenkes RI.Kemudian, melakukan jejaring dengan layanan TBC swasta baik rumah sakit, klinik dan dokter praktek mandiri, sehingga terintegrasi dan terlapor ke aplikasi nasional SITB."Selanjutnya melakukan ACF (Aktif Case Finding) di masyarakat/kecamatan untuk penemuan kasus sejak 2022-2024 dengan cara skrining dahak suspek atau foto ronsen," pungkasnya.(BS04)