beritasumut.com - Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional merupakan momen yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia menjaga serta merawat kesehatannya.Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Medan drg Ranu Putra Armidin mengatakan, buruknya perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan terbentuknya plak dan meningkatkan perkembangan bakteri dalam mulut."Perilaku membiarkan plak pada gigi maka dapat mendorong terjadinya kerusakan pada gigi dan gusi," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (13/09/2023).Lebih lanjut dia menjelaskan, menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sebanyak 57,6% penduduk di Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut dan hanya 10,2% penduduk yang menerima perawatan oleh tenaga medis gigi.Disisi lain, hanya 2,8% penduduk Indonesia yang telah berperilaku menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari.Adapun beberapa masalah kesehatan gigi yang terjadi di Indonesia, papar dia, meliputi masalah karies gigi yang tinggi, rendahnya tingkat aksesibilitas perawatan gigi, dan kurangnya edukasi tentang pentingnya perawatan gigi."Karenanya, pemerintah bersama dengan PDGI dapat bersinergi menjadi mitra strategis untuk memastikan derajat kesehatan gigi dan mulut di Indonesia semakin baik tahun demi tahun," jelasnya.[br] Oleh karena itu, Ranu menuturkan, perlunya membiasakan perilaku menjaga dan memelihara gigi dan mulut dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari pagi hari dan sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.Kemudian, menghindari faktor risiko penyebabnya, antara lain mengurangi makanan manis, berhenti merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol."Selanjutnya, minimal setiap enam bulan sekali memeriksakan gigi dan mulut ke dokter gigi, sehingga dapat segera diketahui jika adanya gangguan kesehatan; sekaligus melakukan perbaikan jika diperlukan," pungkasnya.(BS04)