Sumut Lampaui Target Pengobatan TBC

Herman - Senin, 31 Juli 2023 16:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072023/_8068_Sumut-Lampaui-Target-Pengobatan-TBC.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut/ist

beritasumut.com - Indonesia menempati posisi kedua dalam kasus Tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia setelah India dengan kasus sebanyak 969.000 dan kematian sebanyak 144.000.Dari jumlah itu, beban kasus TBC di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menduduki posisi keempat tertinggi, dengan 83.969 kasus.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, bahwa untuk penemuan kasus TBC di seluruh kabupaten/kota di Sumut, saat ini berada diangka 24.274 kasus per 24 Juli 2023.Dia menjelaskan, untuk penanganan kasus TBC sendiri, ada dua indikator, pertama penemuan kasus Tuberkulosis (Treatmen Coverage) dan kedua keberhasilan pengobatan pasien (Success Rate)."Capaian hingga bulan Juli 2023 ini tercatat untuk kasus TBC yang telah diobati ada sebanyak 16.863. Pasien yang mendapatkan pengobatan lengkap ada 11.711 dan yang sembuh dari TBC ada 3496 orang. Alhamdulillah dari angka ini untuk keberhasilan pengobatan mencapai 90,2% dari target kita 90%. Artinya Sumut capai target keberhasilan pengobatan pasien TBC," ungkapnya, kemarin.Alwi menerangkan, untuk kasus di Sumut ada dua jenis kasus TBC, yakni TBC SO (sensitive obat) pengobatan membutuhkan waktu minimal enam bulan dan TBC RO (resisten obat) merupakan yang sudah tidak mempan dengan obat-obatan."Dari dua jenis ini pada kasus SO ada sebanyak 18.100 kasus dan yang RO ada sebanyak 353 kasus sehingga total 18.453," katanya.[br] Disisi lain, sambungnya, untuk penemuan kasus TBC sendiri sampai 24 Juli 2023 masih 28,91%, dengan target untuk tahun ini adalah sebanyak 91%. Untuk itu, saat ini Dinkes Sumut bersama dinas kesehatan Kabupaten/Kota berusaha untuk mengejar target ini untuk eliminasi TBC di 2030."Tahun lalu kita memang nggak sampai target untuk penemuan kasus yang harus 90-91% tapi kita hanya capai 59,1%, yakni dari target 72.328 yang berhasil ditemukan sekitar 42.961 kasus. Jadi karena kita mau eliminasi ditargetkan untuk menemukan kasus lebih banyak di satu tahun ini harus bisa 83.969 kasus, naik 10 ribuan yang bertujuan untuk percepatan eliminasi 2030 untuk TBC. Akan tetapi kita masih 24.274 yang artinya masih 28,91%," paparnya.Untuk itu, diharapkan ada kerjasama yang baik seluruh stakeholder dalam menemukan kasus-kasus TBC di Sumut. Sehingga bila tinggi angka yang dijumpai di daerah itu artinya keberhasilan menemukan kasus. Seperti di Deliserdang ada 2.526 dan di Kota Medan ada 7.246 yang saat ini memang capaian penemuan kasus tinggi."Jadi kalau saat ini semua pihak tidak ikut bergerak dan membantu menemukan kasus ini, bisa tidak sampai target penemuan kasus hingga 91%?. Sekarang saja masih 28,91%. Sehingga peran lintas sektor dan masyarakat penting untuk menemukan kasus TBC ini," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Peralatan Deteksi Covid-19 Dimanfaatkan untuk Tuberkulosis

Kesehatan

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Medan Lakukan Skrining TBC terhadap 200 Masyarakat Secara Gratis

Kesehatan

Walikota Pematangsiantar Tandatangani Komitmen Bersama Percepatan Eliminasi TBC

Kesehatan

Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Dinkes Medan Skrining Orang Berisiko Tinggi Tertular

Kesehatan

YMMA Langkat Kolaborasi Sosialisasikan Penanggulangan Penyakit TBC

Kesehatan

Pemko Medan Terus Lakukan Upaya Terpadu Eliminasi TBC