beritasumut.com - Bayi kembar siam Hasan dan Husin asal Kabupaten Batubara yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) meninggal dunia, Senin (20/03/2023).Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUPHAM,RosarioDorothy Simanjuntak yang dikonfirmasi membenarkan kabar meninggalnya kedua bayi malang tersebut."Benar ya, meninggal pukul 09.55 WIB tadi," ungkapnya.Rosario menjelaskan, saat meninggal, kedua pasien masih tetap dirawat intensif di ruang perinatologi. Dia menyebutkan, sebab kondisi (kesehatan) keduanya sejak lahir memang berat."Sejak lahir kondisi si kembar memang berat. Fokus perawatan adalah memperbaiki keadaan umumnya," jelasnya.Rosario mengatakan, Hasan dan Husin telah mulai dirawat di RSUPHAM sejak lahir pada 2 Februari 2023 lalu."Saat lahir, kondisi tubuhnya dempet dada hingga perut," sebutnya.Setelah si kembar lahir, tim dokter RSUPHAM langsung melakukan penanganan medis, meski akhirnya nyawa keduanya tidak tertolong.Saat ini, tambahnya, kedua jenazah Hasan dan Husin sudah dibawa ke rumah duka."Sudah nggak di RS ya jenazahnya, sudah berangkat," pungkasnya.[br] Seperti diketahui, perjuangan Heri Wahyudi (30) orang tua bayi kembar siam tersebut memang terbilang berat. Sebab, selain dia harus jauh dari kampung halaman selama lebih kurang tiga bulan, ia pun harus berjuang untuk mencari pendonor ASI bagi kedua buah hatinya.Sebelumnya, Heri mengaku, mendapatkan pendonor setelah mencari ke Facebook. Itu pun jika didapat, dia harus menjemputnya ke lokasi yang letaknya jauh dari RSUPHAM.Padahal, jika harus menjemput ASI, Heri harus mengeluarkan biaya untuk transportasi, sementara biaya yang dimilikinya untuk bertahan di Medan tidak banyak. Selain kekurangan ASI, Heri juga menyebutkan, kedua anaknya juga membutuhkan bantuan tisu dan pampers.(BS04)