beritasumut.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh menggelar sarasehan bersama Polda Sumut dalam rangka implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), di Hotel Grand City Hall Medan, Kamis (16/03/2023).Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan turut mensosialisasikan pola hidup sehat, baik itu fisik yang sifatnya untuk mencegah, promotif, maupun preventif, agar seluruh masyarakat khususnya di lingkungan Polri semakin sehat."Jadi kami harapkan dari seluruh kegiatan ini, kerjasama yang sudah sangat baik antara BPJS kesehatan dan Polri bisa semakin baik lagi," ungkap Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, David Bangun di dampingi Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumut dan Aceh Mariamah.Selain sosialisasi, David menyebutkan, sarasehan ini juga bertujuan sebagai bahan upaya perbaikan dari BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat."Layanan kita juga terus dikembangkan ya, seperti mobile JKN juga, kemudian bagaimana mengecek status melalui WhatsApp, bagaimana melakukan perubahan data melalui WhatsApp, itu yang kita komunikasikan, karena memang kita dari BPJS berharap semakin ke depan itu akses peserta semakin mudah," jelasnya. Dengan begitu, sambungnya, peserta dapat memanfaatkan kanal-kanal digital tanpa layanan tatap muka."Di luar layanan-layangan lain yang melalui kantor cabang kami, hal itu yang akan disosialisasikan termasuk juga prosedur-prosedur ketika peserta membutuhkan layanan kesehatan. Karena kami ingin memastikan bahwa proses pelayanan kesehatan itu tidak ribet, tidak diskriminasi dan memastikan peserta diperlakukan dengan baik," tandasnya.[br] Sebelumnya, beber David, BPJS Kesehatan bersama jajaran Polri juga sempat mengunjungi fasilitas kesehatan milik Polri yang ada di wilayah Sumut, yaitu FKTP Mapolda Sumut, FKTP Polresta Deliserdang, RS Bhayangkara Medan, dan FKTP Sat Brimob Polda Sumut. Hal ini, imbuhnya, untuk memastikan kualitas pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan tetap prima."Di era JKN, pemanfaatan fasilitas kesehatan milik Polri nyatanya telah memberikan kontribusi dalam pemberian pelayanan kesehatan bukan hanya bagi anggota Polri tapi peserta JKN lainnya. Kami sangat mengapresiasi hal ini. Untuk itu kami mendorong agar kualitas layanan kesehatan di Faskes milik Polri dapat terus dioptimalkan sesuai dengan standar kualitas yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,†terangnya.David menambahkan, saat ini, tercatat ada 48 rumah sakit dan 558 FKTP milik Polri bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk itu dia berharap agar kerja sama yang sudah terjalin dapat berjalan lebih baik, terutama dalam peningkatan mutu layanan kepada peserta Program JKN, mengingat BPJS Kesehatan telah menetapkan fokus tahun 2023 sebagai tahun transformasi mutu layanan JKN.Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Jawari menjelaskan, secara keseluruhan pelayanan kesehatan khususnya kepada Polri sudah berjalan baik.[br] Dia menyampaikan, bahwa saat ini jumlah anggota Polri di lingkungan Polda Sumut yang telah terdaftar sebagai peserta program JKN ada sebanyak 65.974 jiwa yang terdiri dari anggota Polri, PNS Polri, serta anggota keluarganya."Kita mengharapkan pelayanan yang sudah baik itu akan lebih ditingkatkan kembali, karena pelayanan kesehatan ini sangat luas, sangat vital yang dibutuhkan oleh anggota Polri dan keluarga, karena tugas-tugas yang dihadapi itu ke depan bukan semakin ringan, tapi semakin berat, sehingga sangat diperlukan anggota Polri dan keluarganya semuanya sehat," tuturnya.Oleh karena itu, sambung dia, pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan ini sangatlah diharapkan menjadi pelayanan utama untuk kesehatan Polri dan anggota keluarganya, untuk mendukung tugas-tugas Polri ke depan.(BS04)