Berpotensi Zoonosis, Sumut Waspadai KLB Flu Burung

Herman - Selasa, 28 Februari 2023 17:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022023/_483_Berpotensi-Zoonosis--Sumut-Waspadai-KLB-Flu-Burung.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi

beritasumut.com - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada Kabupaten/Kota untuk mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung karena berpotensi menimbulkan zoonosis.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, hal ini menyusul terbitnya surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI nomor PV.03.01/C/824/2023 tentang kewaspadaan KLB flu burung (H5N1) clade baru 2.3.4.4b meski kasusnya belum ditemukan di Tanah Air."Kita sudah meneruskan ke Kabupaten/Kota untuk mewaspadainya. Selain itu kita juga telah menyiapkan tim surveilans menyikapi kewaspadaan ini," ungkapnya, kepada wartawan, Selasa (28/02/2023).Alwi menyebutkan, meski kasusnya belum ada di Indonesia, namun penyebarannya sudah semakin dekat. Teranyar, jelasnya, virus flu burung tersebut sudah ditemukan di Thailand, setelah sebelumnya didapati di kawasan Amerika, Eropa, China dan Jepang."Karena sudah semakin dekat, Kemenkes mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan itu. Jadi ini memang perlu menjadi perhatian," jelasnya.[br] Meskipun begitu, Alwi menegaskan, untuk kasus KLB flu burung yang terjadi tersebut tingkat penularannya dari unggas ke manusia cenderung lebih rendah. Namun, lanjutnya, berdasarkan pengalaman wabah flu burung yang pernah terjadi di Indonesia beberapa tahun lalu, ada sampai memakan korban manusia."Penularannya cepat, terutama kepada unggas apalagi di kandang. Untuk itu, apabila ada ditemukan unggas mati dalam jumlah banyak, kami imbau agar segera dilaporkan ke Dinas Peternakan secepatnya," pungkasnya.Sementara itu, berdasarkan surat edaran Kemenkes, perkembangan situasi flu burung clade baru saat ini telah menjadi perhatian banyak pihak terutama organisasi pangan sedunia (FAO). Apalagi terdapat peningkatan perpindahan virus dari burung liar ke beberapa spesies mamalia di berbagai negara Eropa dan Amerika Utara.Oleh karena itu, kepada pemerintah daerah diminta, antara lain melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan dan pengendalian flu burung pada manusia. Kemudian menyiapkan fasilitas kesehatan, melakukan penyuluhan dan edukasi terutama terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Presiden Jokowi Instruksikan Menkes Tingkatkan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis

Kesehatan

Dampak Penyakit Zoonosis Tak Hanya Pada Manusia dan Hewan, Tapi Juga Merugikan Ekonomi

Kesehatan

Flu Burung Merebak di China, Masyarakat Sumut Diminta untuk Tak Panik

Kesehatan

Menkes Belum Sikapi Wabah Flu Burung China

Kesehatan

Dilanda Flu Burung, Dinkes Sumut Imbau Wisatawan Jangan Dulu Berkunjung ke China