beritasumut.com - Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan menyatakan, masalah kematian ibu dan bayi baru lahir butuh dukungan keteladanan semua pihak."Kalaupun hal itu masih terjadi, sudah semestinya setelah ada upaya keras yang dilakukan untuk mengatasi penyebab kematian itu," ungkapnya dalam sebuah acara, baru-baru ini.Alwi menjelaskan, bahwa sudah semestinya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Sumut bisa ditekan dan turunkan. Hal ini, ujar dia, dengan memastikan bahwa setiap kematian itu diketahui penyebabnya."Untuk itu perlu dilakukan audit yang benar dan dari hati, agar masalah dapat ditemukan untuk dicarikan solusi dan tidak terulang," jelasnya.Senior Program Manager MPHD USAID, dr Apsari Diana Kusumastuti, MARS menyatakan, perlu dilakukan peningkatan kapasitas Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR) di tingkat Kabupaten/Kota. Kemudian Kabupaten/Kota juga perlu didorong untuk melakukan audit kematian maternal dan perinatal sesuai standar pedoman AMP-SR yang telah ditetapkan."Sebab AMPSR merupakan nadi utama untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi," katanya.[br] MPHD sendiri, terang dia, merupakan proyek bidang kesehatan yang dirancang di atas program pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka upaya penurunan AKI AKB di Indonesia."MPHD bekerja di 25 kabupaten/kota berprioritas tinggi pada rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan primer swasta untuk meningkatkan kapasitas layanan, memperkuat data untuk pengambilan keputusan dan manajemen adaptif, meningkatkan jejaring rujukan, dan mengembangkan model berkelanjutan yang dapat direplikasi dan terukur," terangnya. Sementara itu, perwakilan Kemenkes dr Irna Lidiawati, MARS menambahkan jika sekarang ini AMPSR telah menjadi salah satu indikator yang akan diukur untuk proses akreditasi bagi rumah sakit.(BS04)