Indonesia Urutan ke-9 Dunia Terkait Angka Kematian Akibat Covid-19

Herman - Jumat, 23 Desember 2022 19:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122022/_4166_-Indonesia-Urutan-ke-9-Dunia-Terkait-Angka-Kematian-Akibat-Covid-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04

beritasumut.com - Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mencabut status pandemi terhadap Covid-19. Karenanya, masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyebarannya, terutama dalam momen mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru).Staf Ahli Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) drRestutiHidayani Saragih, SpPD, K-PTI, FINASIM, MH (Kes) menyampaikan, apalagi angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia hingga saat ini masih tinggi."Secara general pada 15 Desember 2022 kita (secara nasional) ada diurutan ke sembilan dari 127 negara," ungkapnya dalam Seminar HKN ke-58 dengan Tema Hidup Sehat Di Masa Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Sumut, Jumat (23/12/2022).Restuti menjelaskan, pertanggal 22 Desember kemarin, kasus baru Covid-19 di Sumut yang ditemukan memang hanya 14 kasus. Namun menurutnya hal ini bukan karena tingkat sebarannya yang sudah turun, melainkan karena capaian testing yang rendah, yakni hanya 10 persen sampai 33 persen dari target imandegri. "Penyebab rendahnya testing ini dikarenakan tidak dijalankan dengan baik dan adanya penolakan masyarakat. Untuk alat testing sangat banyak, bahkan di lab mikrobiologi FK USU kita bisa memeriksa sub varian," jelasnya.Untuk itu, Restuti mengatakan, perlu edukasi dan sosialisasi kembali ke masyarakat bahwa Covid-19 belum usai dan pandemi belum berakhir. Walaupun, di satu sisi kehidupan perekonomian, sosial dan pendidikan harus terus berjalan, sehingga diharapkan kelonggaran yang ada jangan sampai membuat terlena dengan menganggap saat ini sudah bebas Covid-19.Bahkan, lanjutnya, bila seandainya nanti status pandemi Covid-19 telah dicabut, protokol kesehatan masih harus dijalankan. Karena, sambungnya, penularan Covid-19 masih belum berubah yaitu melalui droplet dan lainnya. "Jadi itu harus kita antisipasi karena makin tinggi mobilitas masyarakat terutama di liburan ini. Di satu sisi liburan memang kita harapkan untuk meningkatkan ekonomi. Jadi kita jangan mengulangi kesalahan yang sama, silahkan beraktivitas minimal menggunakan masker dan vaksin," ujarnya.[br] Restuti menambahkan, untuk beralih menjadi endemi salah satu syarat yang harus dipenuhi bukan positivity ratenya yang harus turun melainkan angka kematiannya juga harus ditekan hingga nol. Dia membeberkan, baru-baru ini saja di Sumut masih ada dua orang yang meninggal di RSUP Haji Adam Malik."Hal seperti ini tentu harus menjadi pelajaran dan tantangan bagi kita," pungkasnya.Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis, Ketua Panitia Seminar Pulo Rizal T mengatakan, seminar ini merupakan rangkaian HKN ke 58 tingkat provinsi Sumut. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan beberapa perkembangan kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan Sumut yang dihadiri rumah sakit, OPD, organisasi profesi dan masyarakat."Diharapkan dengan materi yang ada wawasan peserta menjadi luas mengenai perkembangan kasus Covid-19," tandasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Kesehatan

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Kesehatan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera

Kesehatan

Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Kesehatan

Kepada Tim Juri PPKM Award, Edy Rahmayadi Paparkan Strategi Sukses Penanganan Covid-19 di Sumut