Sejumlah Daerah Kekosangan Stok Obat Malaria, Termasuk Sumut

Herman - Senin, 26 September 2022 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092022/_9926_Sejumlah-Daerah-Kekosangan-Stok-Obat-Malaria--Termasuk-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengakui saat ini sedang terjadi kekosongan obat malaria. Hal ini disebabkan, lantaran dropping pasokan dari pusat yang tidak ada. "Bukan hanya dialami Sumut, tetapi juga untuk sejumlah Provinsi lain se-Indonesia, karena difokuskan dikirim Kemenkes RI ke wilayah endemis tinggi seperti Papua, Papua Barat dan NTT," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sumut, drg Ismail Lubis, Senin (26/09/2022).Ismail menjelaskan, untuk langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut melakukan pemberian KINA sebagai pilihan kedua atau lini kedua dengan dosis yang sudah ditetapkan Kemenkes RI.Di sisi lain, Ismail mengaku, sebanyak 21 Kabupaten/Kota dari 33 wilayah di Sumut sudah menerima sertifikat eliminasi malaria dari Kemenkes RI, yakni Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Tanjungbalai, Sibolga, Deliserdang, Serdangbedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Samosir, Toba, Humbahas, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Paluta dan Labusel.Sedangkan untuk wilayah endemis rendah (API < 1 per 1.000 penduduk dalam satu tahun = Annual Parasite Incidence = Angka Kesakitan per 1.000 penduduk berisiko dalam satu tahun) yaitu Labuhan Batu, Langkat, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan dan Gunung Sitoli. "Endemis Sedang (API 1-5 per 1.000 penduduk), yaitu Asahan, Batubara dan Labura," terangnya.[br] Ismail juga menyampaikan, untuk upaya yang dilakukan dalam hal malaria yakni penguatan surveilans yang baik antara lain pelaporan sismal, SDM terlatih dan dukungan sarana prasarana, penyelidikan epidemiologi 1 2 5, pemberian kelambu berinsektisida, advokasi stakeholder dan lintas sektor terkait. Kemudian, re-sosialisasi dan re-edukasi kepada masyarakat tentang promotif dan preventif terkait penyakit malaria, penyemprotan dinding rumah, membuat Surat Edaran ke 33 Kabupaten/Kota Se-Sumut untuk mendukung percepatan Eliminasi Malaria. "Di samping itu membentuk Pokja Malaria Provinsi Sumut dan melaksanakan pelatihan petugas analis laboratorium dalam rangka peningkatan kapasitas petugas," tandasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Adhyaksa FC vs PSMS, Ayam Kinantan Bidik Poin di Bekasi

Kesehatan

Pesta Gol di Stadion Utama Sumut, PSMS Libas Persiku 6-0

Kesehatan

Kolaborasi PT Hutama Karya dan Pemkab Langkat: Kick-Off Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Kesehatan

BPS: Kemiskinan di Sumut Turun Sepuluh Kali Lipat

Kesehatan

Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026

Kesehatan

Ketua Komisi VIII DPR RI Beri Apresiasi Berkat Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Sumut