Presiden Tekankan Kemandirian Pangan Turunkan Stunting

Herman - Kamis, 07 Juli 2022 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072022/_2305_-Presiden-Tekankan-Kemandirian-Pangan-Turunkan-Stunting.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04

beritasumut.com -Presiden Republik Indonesia Joko Widodo(Jokowi) mengingatkan pentingnya kemandirian pangan untuk asupan gizi anak-anak terutama dalam menurunkan stunting. Sebab, dengan pangan yang terpenuhi, maka nutrisi anak juga akan tercukupi."Karena anak-anak kita penentu wajah masa depan Indonesia. Kalau anak-anak kita pintar-pintar, cerdas, kita bersaing dengan negara lain mudah. Tapi kalau stunting, nutrisi tidak mencukupi nanti bersaing akan kesulitan," ungkapnya dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (07/07/2022).Oleh karena itu, Jokowi mengajak seluruh Bupati dan Walikota untuk memanfaatkan lahan sekecil apapun menanam dan berproduksi kebutuhan pangan sehari-hari. Dia mengingatkan agar jangan sampai ada lahan yang kosong. "Manfaatkan untuk asupan gizi anak kita, ini penting sekali," tegasnya.Apalagi, Jokowi menjelaskan, situasi global akibat perang Russia dan Ukraina telah berdampak pada melonjaknya harga minyak, gas, energi dan pangan dunia. Dia menyebutkan, untuk harga minyak kini telah 110-120 dolar perbarel dari sebelumnya 60 dolar perbarel. "Hati-hati. Negara kita ini masih tahan untuk tidak menaikan pertalite, kita doakan APBN masih sanggup memberi subsidi. Tapi ingat kita masih import separoh dari kebutuhan kita, yakni 1,5 juta barel. Artinya kalau di luar naik kita harus membayar lebih banyak," jelasnya.Begitu juga dengan gas, sambung dia, internasional bahkan sudah lima kali mengalani kenaikan. Sedangkan pangan, terutama gandum, ucap Jokowi, saat ini telah naik 30-50 persen. "Untungnya kita, alhamdulillah rakyat kita, utamanya petani masih memproduksi beras dan sampai hari ini belum naik. Bahkan sudah tiga tahun kita tidak import beras lagi," terangnya.Akibat situasi tersebut, Jokowi menuturkan, negara di Afrika dan beberapa negara di Asia saat ini sudah mulai kekurangan pangan akut. Oleh sebab itu, ucapnya, kemandirian pangan itu sangat penting.Jokowi juga menegaskan, dalam upaya menurunkan stunting harus betul-betul bekerja keras, terutama dalam mengejar target 14 persen pada 2024. Sejauh ini, tambah Jokowi, penurunan stunting perlahan sudah berhasil dilakukan, di mana pada 2014 dari 37 persen turun menjadi 24,4 persen pada 2021."Saya senang dan optimis menyampaikan di 2024 angka 14 persen bisa kita capai. Saya juga percaya keluarga (adalah) pilar kesejahteraan bangsa, keluarga ekosistem pertama dan utama dalam mengasuh dalam mendidik manusia yang sehat, manusia yang bergizi dan manusia yang berkualitas," pungkasnya. [br] Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan, Harganas merupakan momentum refleksi dan apresiasi negara terhadap peran penting keluarga dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Menurutnya, untuk mencapai target angka stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen, diperlukan upaya serius dan kerja keras dari seluruh pihak, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor sejak dari intervensi hulu-hilir, intervensi spesifik dan sensitive serta pendekatan pentahelix."Untuk meningkatkan pemahaman dan memberikan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 200.000 orang terdiri dari unsur PKK, Kader Keluarga dan Bidan yang tersebar diseluruh desa atau kelurahan. Kemudian telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai tingkat pusat sampai dengan desa," jelasnya.Hasto juga menyampaikan, telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting di tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam rangkaian peringatan Harganas ke-29, lanjutnya, juga dilaksanakanPelayanan Sejuta Akseptor (PSA) dengan realisasi sebesar 1.294.882 akseptor baru atau setara 117,6 persen.Selanjutnya, bedah rumah di Belawan dan Deliserdang dengan dukungan dari Pemerintah Kota Medan dan Pertamina (Persero), pengukuhan bapak asuh anak stunting, bantuan sosial kepada keluarga dengan balita stunting, hingga pelayanan dan pendampingan kepada calon pengantin dengan menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (ELSIMIL).(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting

Kesehatan

Cegah Stunting, Pemko Binjai bersama Asuransi MAG Gelar Pemberian Makanan Tambahan

Kesehatan

Pertamina Ikut Turun Tekan Angka Stunting

Kesehatan

Kolaborasi PT Hutama Karya dan Pemkab Langkat: Kick-Off Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Kesehatan

Sekda Sibolga Resmi Membuka Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2024

Kesehatan

Pj Ketua PKK Sumut Tyas Fatoni Kunjungi Dua Prosyandu di Langkat