Pimpin Pertemuan COVAX, Menlu RI Dorong Percepatan Vaksinasi Global

Herman - Kamis, 09 Juni 2022 16:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062022/_7352_Pimpin-Pertemuan-COVAX--Menlu-RI-Dorong-Percepatan-Vaksinasi-Global.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, bersama dengan Menteri Pembangunan Internasional Kanada dan Menteri Kesehatan Ethiopia, kembali memimpin pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG). Pertemuan digelar secara virtual, Rabu (08/06/2022).Dalam pertemuan Retno menyoroti kesenjangan vaksinasi COVID-19 yang masih terjadi meskipun pasokan vaksin global sudah memadai.“Kesenjangan vaksin masih terjadi. Banyak orang dengan risiko tinggi di negara berpendapatan rendah belum divaksin. Jumlah dosis vaksin yang tersedia masih belum bisa diimbangi oleh tingkat penyerapannya,” ujarnya.Secara global, hampir 12 miliar dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan, dan pasokan vaksin yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi global. Retno pun menekankan kembali pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada COVAX AMC Summit bulan April 2022 lalu mengenai pentingnya untuk segera mendorong vaksin menjadi vaksinasi.Menlu RI menegaskan, diperlukan pembaharuan fokus global terhadap dua hal penting, yaitu memberi prioritas pendanaan pada upaya vaksinasi serta mengintegrasikan vaksinasi COVID-19 ke dalam intervensi kesehatan lainnya.[br] Lebih lanjut Retno menyampaikan, COVAX saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari arsitektur kesehatan global. Keberadaan COVAX menjadi penting karena dua hal, yaitu perlu dipeliharanya solidaritas multipemangku kepentingan di tingkat global dan perlu dilestarikannya akses yang setara terhadap solusi kesehatan, khususnya bagi negara-negara berkembang.“Ini adalah alasan fundamental kenapa COVAX harus terus ada setelah 2022 dan usai pandemi,” tegas Retno.COVAX AMC merupakan mekanisme global yang bertujuan menyalurkan vaksin secara gratis kepada negara anggotanya, yaitu 92 negara berpendapatan menengah ke bawah dan berpendapatan rendah. Secara keseluruhan, COVAX hingga kini telah mengirimkan 1,5 miliar dosis vaksin ke 144 negara, dan 88 persen di antaranya dikirimkan ke 87 negara AMC.Indonesia, hingga tanggal 3 April 2022, telah menerima 130,66 juta dosis vaksin dari skema mekanisme COVAX AMC maupun skema dose-sharing bilateral.(rel)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dinkes Sumut : Vaksin Booster Kedua Sudah Bisa Diberikan untuk Umum

Kesehatan

Sebanyak 4,09 Juta Warga Sumut Sudah Divaksin

Kesehatan

Hadiri Peluncuran Buku Vaksinasi Covid-19 Menko Airlangga, Wagub Sumut Musa Rajekshah Apresiasi Kerja Keras Pemerintah

Kesehatan

Sebanyak 13.374 Nakes Sumut Sudah Booster Kedua

Kesehatan

Sepekan Sumut Tambah 444 Kasus Covid-19

Kesehatan

Sebanyak 93.508 Tenaga Kesehatan Sumut Ditarget Dapatkan Booster Kedua