Dinas Kesehatan Medan Kejar Target Cakupan Imunisasi

Herman - Sabtu, 30 April 2022 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042022/_3126_Dinas-Kesehatan-Medan-Kejar-Target-Cakupan-Imunisasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menyampaikan akan mengejar target cakupan imunisasi. Sebab, sejak dilanda pandemi Covid-19, cakupan imunisasi menurun sehingga sampai membuat beberapa Kabupaten/Kota di Sumut yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak-Rubella.Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah melalui Kabid P2P Pocud Fatimah mengatakan, imunisasi rutin yang seharusnya dilakukan setiap tahun dalam dua tahun terakhir ini mengalami penurunan. Dampaknya, ada KLB di beberapa daerah termasuk di Sumut."Memang KLB ini bukan terjadi di Medan, tetapi karena cakupan imunisasi menurun karena fokus penanganan pandemi maka kita harus mengejar target capaiannya," katanya, kemarin. Pocud menjelaskan, terdapat sebanyak 478 ribu anak yang menjadi target cakupan imunisasi dan ada dua hal yang perlu dilakukan. Pertama, yaitu dengan imunisasi campak-rubella untuk bayi berusia sembilan bulan hingga anak 15 tahun."Kita harus berikan vaksin lagi kepada semua sasaran tersebut, tanpa memandang status campak sebelumnya bagaimana. Artinya, kita mau melapisi lagi untuk mengeliminasi campak," terangnya.Dia menyebutkan, cakupan imunisasi campak tahun 2018, Sumut masuk lima provinsi yang rendah cakupannya. Karena rendah, imbuh dia, maka di Sumut mendapat tugas dari pemerintah pusat."Sedangkan di Jawa dan Bali, lantaran cakupan imunisasinya tinggi maka mereka tidak lagi," ucapnya.Untuk itu Pocud mengharapkan, target cakupan imunisasi tahun ini dapat tercapai 95 persen. Dengan begitu, tahun depan tidak lagi terbebani persoalan cakupan imunisasi tersebut."Cakupan imunisasi yang tinggi itu dapat menghilangkan penyakit. Makanya, ini harus dikejar," ujarnya.Hal kedua yang dilakukan, tambah Pocud, yaitu dengan imunisasi yang tidak lengkap yang berarti melengkapi imunisasi yang belum lengkap terhadap anak usia 12 bulan sampai 2 tahun. Namun, kalau ada anak usia lima tahun yang belum selesai imunisasinya maka juga diberikan kepadanya."Kita dikasih waktu untuk mengejar target cakupan imunisasi hanya satu bulan, mulai 18 Mei sampai 22 Juni 2022. Dengan waktu yang singkat tetapi tetap dikerjakan dengan serius, harapannya tidak ada lagi penyakit-penyakit yang diakibatkan karena tidak imunisasi," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pegawai Dinas Kesehatan Medan Rayakan Natal dengan Khidmat dan Penuh Sukacita

Kesehatan

Hari Kesehatan Nasional ke-60, Dinkes Medan Dorong Jaga Kesehatan Bersama

Kesehatan

Meski Belum Ada Temuan di Medan, Dinkes Medan Imbau Masyarakat Waspada Monkeypox

Kesehatan

Dinkes Medan Targetkan Obati 18.000 Penderita TB

Kesehatan

Dinkes Medan Optimis Rumah Sakit Milik Pemko Tingkatkan Layanan

Kesehatan

Imunisasi Nasional Rotavirus, Sumut Targetkan 111.331 Bayi