Peringati Hari Epilepsi Sedunia, RSUPHAM Beri Penyuluhan pada Pasien

Herman - Rabu, 30 Maret 2022 10:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032022/_7108_-Peringati-Hari-Epilepsi-Sedunia--RSUPHAM-Beri-Penyuluhan-pada-Pasien.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04

beritasumut.com -Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) menggelar penyuluhan penyakit epilepsi di Ruang Tunggu Pasien Instalasi Rawat Jalan (IRJ), Selasa (29/03/2022). Penyuluhan ini dilaksanakan dalam rangka Purple Day for Epilepsy Awareness Day atau Hari Epilepsi Sedunia yang diperingati pada 26 Maret setiap tahunnya.Penyuluhan dilakukan atas kerjasama Instalasi Promosi kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) dengan Kelompok Staf Medis (KSM) Neurologi. Penyuluhan tentang penyakit epilepsi kepada para pasien tersebut disampaikan tim dokter yang dipimpin dr Chairil Amin Batubara SpS selaku dokter ahli neurologi RSUPHAM.Chairil menjelaskan, penyakit epilepsi merupakan kelainan otak yang ditandai dengan kecenderungan terus-menerus untuk menimbulkan bangkitan epileptik, seperti kejang atau pingsan berulang-ulang."Konsekuensi dari kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan sel otak, gangguan kecerdasan, dan permasalahan sosial," ungkapnya.Lebih lanjut, dia menerangkan, seseorang akan didiagnosa epilepsi bila terjadi bangkitan epileptik hingga dua kali atau lebih, dengan jarak antar bangkitan lebih dari 24 jam dan tanpa ada gangguan saraf akut seperti stroke atau infeksi otak."Gejala dan tanda serangan epilepsi ini dapat berupa kejang pada tangan, kaki, dan badan menjadi kaku atau menyentak, hingga pingsan, dan lain-lain," jelasnya.Dalam penyuluhan tersebut, tim dokter dari KSM Neurologi RSUPHAM juga memberikan simulasi cara penanganan atau pertolongan pertama terhadap seseorang yang terkena serangan epilepsi. Karena, salah satu hal yang paling perlu diperhatikan dalam penanganan epilepsi ini adalah tidak panik, sehingga dapat membantu penderitanya dengan tepat dan benar.[br] Selain itu, Tim dokter KSM Neurologi RSUPHAM juga mengingatkan bahwa ada banyak mitos atau anggapan yang tidak benar terkait penyakit epilepsi. Penderita epilepsi sendiri dapat menikah, bekerja hingga berolahraga seperti orang-orang pada umumnya, asalkan dengan tetap memperhatikan pencetus atau penyebab terjadinya epilepsi yang dideritanya.Chairil menambahkan, penyakit epilepsi pun juga dapat diobati dan dikontrol dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter secara rutin, hingga pasien dinyatakan bebas serangan epilepsi selama tiga hingga lima tahun."Namun, pada jenis epilepsi tertentu, memang diperlukan mengonsumsi obat seumur hidup," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

RS Adam Malik Siagakan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2025

Kesehatan

Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis

Kesehatan

Rumah Sakit Adam Malik Lakukan Penyesuaian Jadwal Pelayanan Selama Ramadan

Kesehatan

Dokter dan Perawat RS Adam Malik Peringati Hari Kanker Anak Bersama Pasien

Kesehatan

RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024

Kesehatan

Pj Gubernur Sumut Harapkan Pusat Onkologi RSUPHAM Akan Bantu Tingkatkan Layanan Penyembuhan Kanker