Antusias Masyarakat Untuk Booster Masih Rendah

Herman - Sabtu, 26 Maret 2022 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032022/_9960_Antusias-Masyarakat-Untuk-Booster-Masih-Rendah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bahwasanya jika ingin melakukan mudik pada lebaran Idul Fitri tahun ini, harus diiringi dengan syarat telah mendapatkan vaksin booster atau dosis ketiga.Namun bagi masyarakat yang belum, pemudik dengan vaksin dosis lengkap (I & II) diwajibkan melampirkan hasil negatif tes antigen, serta pemudik dengan vaksin dosis pertama, diwajibkan melampirkan hasil negatif dari tes PCR.Terkait dengan syarat mudik ini, ditanggapi beragam oleh masyarakat. Apalagi capaian vaksinasi booster di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sendiri sejauh ini juga tergolong masih rendah.Salah seorang warga Medan, berinisial A mengaku syarat itu dinilainya terlalu memaksakan. Kendati begitu, bila memang mengharuskan, mau tidak mau dia akan mengikuti vaksinasi booster jika nantinya memang akan melakukan mudik."Padahal vaksin wajib itu kan dosis lengkap. Tapi kalau memang nanti harus mudik, ya ikut juga la vaksin booster," ucapnya, Jumat (25/03/2022).Sementara itu warga Medan lainnya berinisial I, mengaku enggan untuk mengikuti vaksin booster. Karena kata dia, meski telah mendapat vaksin dosis lengkap, dirinya masih bisa terpapar Covid-19. "Saya sudah vaksin lengkap tapi masih kena Covid-19 juga. Jadi untuk apa ikut vaksin booster," ujarnya. Disinggung soal kebijakan pemerintah yang memberlakukan syarat vaksin booster bagi pemudik, dia beranggapan hal itu tidak menjadi masalah bagi dirinya. Karena, pada tahun ini dia memang tidak berencana melakukan mudik."Tahun ini saya tidak mudik, jadi ya nggak usah ikut booster," sebutnya.Sedangkan warga lainnya Syahril, menilai syarat yang dikeluarkan pemerintah tersebut cukup baik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia pun mengaku, jika dirinya memang telah mengikuti vaksinasi booster. "Memang banyak teman-teman yang belum mau mengikuti booster. Salah satunya ada yang bilang karena jenis vaksinnya bukan Sinovac. Kalau Sinovac dampak pasca vaksinnya (demam) lebih ringan," jelasnya.[br] Terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Teguh Supriyadi menyampaikan, berdasarkan data update vaksinasi Covid-19 pertanggal 25 Maret 2022, total cakupan vaksinasi booster berdasarkan jumlah penduduk di Sumut masih sebesar 10,88 persen atau dari sasaran 11.419.559 jiwa baru menjangkau 1.242.203 jiwa.Lebih rinci Teguh memaparkan, untuk lansia, cakupan vaksinasi boosternya sejauh ini telah mencapai 14,03 persen atau dari sasaran 1.093.446 menjangkau 153.455 orang. Lalu untuk petugas publik telah mencapai 22,74 persen atau dari sasaran 879.798 menjangkau 200.044 orang. Selanjutnya untuk masyarakat umum cakupan vaksinasi boosternya sebesar 10,40 persen atau dari sasaran 7.788.393 terealisasi 809.680 orang. Kemudian untuk remaja, baru 0,51 persen atau dari sasaran 1.586.864 menjangkau 8.143 orang. "Untuk SDM Kesehatan sendiri vaksinasi booster telah 99,75 persen. Di mana dari sasaran 71.058, sebanyak 70.811 diantaranya sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga ini," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Dinkes Sumut : Vaksin Booster Kedua Sudah Bisa Diberikan untuk Umum

Kesehatan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinkes Sumut Tingkatkan Cakupan Booster

Kesehatan

Presiden Ajak Masyarakat Vaksinasi Booster COVID-19

Kesehatan

Sebanyak 4,09 Juta Warga Sumut Sudah Divaksin

Kesehatan

Hadiri Peluncuran Buku Vaksinasi Covid-19 Menko Airlangga, Wagub Sumut Musa Rajekshah Apresiasi Kerja Keras Pemerintah

Kesehatan

Sebanyak 13.374 Nakes Sumut Sudah Booster Kedua