Data CDC, Indonesia Masuk Kategori Level 1 COVID-19

- Selasa, 02 November 2021 23:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112021/_9879_Data-CDC--Indonesia-Masuk-Kategori-Level-1-COVID-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Berbagai langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi penularan dan pencegahan virus Corona berhasil. Tak hanya, angka kasus COVID-19 di tanah air yang mengalami penurunan drastis melainkan kini Indonesia berada di level 1 risiko penularan COVID-19. Hal ini diketahui berdasarkan data yang diunggah oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/ CDC) yang diperbaharui tanggal 25 Oktober 2021.

Baca Juga : Jadi Pembicara Mandiri Learning Carnival 2021, Bobby Nasution Sampaikan Visi Misi Kota Medan

Dalam unggahannya, CDC memberikan empat level Tingkat Penilaian Risiko untuk COVID-19. Berikut empat level tersebut.Level 4: COVID-19 Sangat Tinggi.Hindari bepergian ke destinasi tersebut. Jika Anda harus bepergian ke destinasi tersebut, pastikan Anda sudah vaksinasi lengkap sebelum bepergian.Puluhan negara masuk kategori ini. Diantaranya; Afghanistan, Brunei, Israel, Malaysia, Saudi Arabia, Singapura, Somalia, Thailand, Turki,Iran, Irak hingga Maldives. Level 3: COVID-19 Tinggi.Pastikan Anda sudah vaksinasi lengkap sebelum bepergian ke destinasi-destinasi tersebut. Pelancong yang tidak divaksinasi harus menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan ini.Di dalam level ini, puluhan negara terkategori didalamnya. Seperti Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Portugal, Filipina, Rusia, Qatar, Srilanka, Spanyol, Korea Selatan hingga Panama.[br] Level 2: COVID-19 Sedang.Pastikan Anda sudah vaksinasi lengkap sebelum bepergian ke destinasi-destinasi tersebut. Pelancong yang tidak divaksinasi yang berada pada peningkatan risiko penyakit parah akibat COVID-19 harus menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan-tujuan ini.Sejumlah negara yang masuk level ini adalah India, Pakistan, Peru, Kolombia, Ghana, Nigeria hingga Kenya.Level 1: COVID-19 Rendah.Pastikan Anda sudah vaksinasi lengkap sebelum bepergian ke destinasi-destinasi tersebut.Tak sebanyak negara yang dikategorikan berada di level 4 dan 3. Namun Indonesia masuk salah satunya. Selain Indonesia, ada juga China, Hongkong, Kuwait, Taiwan, Madagaskar, Butan, Niger, Oman dan New Zealand. “CDC menggunakan Travel Health Notices (THNs) untuk memperingatkan wisatawan dan audiens lainnya tentang ancaman kesehatan di seluruh dunia dan memberi saran tentang cara melindungi diri mereka sendiri,” demikian tulis CDC seperti dilansir dari laman covid19.go.id, Selasa (02/11/2021).CDC menjelaskan dalam pengkategorian tersebut, pihaknya menggunakan data COVID-19 yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan sumber resmi lainnya untuk menentukan tingkat THN. Namun demikian, jika suatu destinasi tidak memberikan data, level THN mereka ditetapkan sebagai “tidak diketahui” dan wisatawan disarankan untuk mengikuti rekomendasi THN Level 4.[br] Sementara itu, ada dua indikator penilaian untuk pengkategorian level tersebut, yakni berdasarkan jumlah kasus baru dan melakukan pengujian terhadap populasi di wilayah tersebut dalam kurun waktu 28 hari terakhir. Untuk jumlah kasus baru, terdapat dua sistem penilaian yaitu, pertama untuk negara dengan populasi lebih dari 100.000. Level 1: kurang dari 50 kasus/100.000. Level 2: 50-99 kasus/100.000. Level 3: 100-500 kasus/100.000. Level 4: lebih dari 500 kasus/100.000. Untuk negara dengan populasi 100.000 atau kurang. Level 1: kurang dari 50 kasus.Level 2: 50-99 kasus. Level 3: 100-500 kasus. Level 4: lebih dari 500 kasusSementara untuk pengujian terhadap populasi di wilayah tersebut, dilakukan per 100.000 orang selama 28 hari dengan data pengujian yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk kementerian kesehatan negara.(BS09)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Peralatan Deteksi Covid-19 Dimanfaatkan untuk Tuberkulosis

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Indonesia Kirimkan Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio ke Afghanistan

Kesehatan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Kesehatan

Dinkes Medan Targetkan 18.195 Anak SD Divaksin HPV

Kesehatan

Pemko Medan Canangkan Vaksinasi HPV Gratis Bagi Siswi SD Sederajat