Seluruh Kabupaten/Kota Masih Zona Kuning Covid-19

Herman - Rabu, 20 Oktober 2021 19:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_6335_Seluruh-Kabupaten-Kota-Masih-Zona-Kuning-Covid-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi

beritasumut.com - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga saat ini masih terus mempertahankan trend positif perkembangan penanganan Covid-19. Berdasarkan data yang disampaikan Satgas penanganan Covid-19 melalui website resminya, kendati belum memperoleh zona hijau, seluruh Kabupaten/Kota di Sumut masih tetap berada dalam status zona kuning (risiko rendah) penyebaran Covid-19, Rabu (20/10/2021).Seperti diketahui, penetapan status zonasi risiko daerah tersebut, dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya sesuai update pertanggal 17 Oktober 2021 oleh Satgas Covid-19 Pusat.Kemudian adalah, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama dua minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.Sementara itu, terkait dengan penurunan kasus Covid-19 yang terjadi di Sumut, berpengaruh signifikan terhadap tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Covid-19 di rumah sakit yang saat ini angkanya tak sampai 5 persen.Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr Nelly Fitriani menyebutkan, angka BOR ICU Covid-19 Sumut pertanggal 18 Oktober 2021 yaitu sebesar 4,26 persen."Pada awal bulan Oktober ini, BOR ICU mencapai 11,78 persen. Namun, saat ini turun menjadi 4,26 persen. Penurunan terjadi sejak sekitar dua minggu terakhir," ungkapnya.Nelly melanjutkan, penurunan juga terjadi pada BOR Isolasi Covid-19 Sumut. Sebelumnya pada awal bulan ini mencapai 6,13 persen, kini turun menjadi 2,53 persen. "Begitu juga untuk BOR Isolasi Covid-19 Medan, saat ini di angka 3,47 persen dari sebelumnya 8,05 persen dan BOR ICU 5,24 persen dari 15,3 persen," sebutnya.[br] Sedangkan berdasarkan data kondisi tempat tidur Covid-19 tersedia dan terpakai di rumah sakit rujukan/non rujukan Covid-19 per 18 Oktober 2021, di RSUP H Adam Malik, tempat tidur ICU Covid-19 hanya terpakai empat dari 62 yang tersedia, kemudian tempat tidur isolasi Covid-19 hanya terpakai 11 dari 216 tersedia. Tak jauh beda di RSUD dr Pirngadi Medan, tempat tidur ICU dan Isolasi Covid-19 hanya terpakai dua dari 80 yang tersedia.Terpisah, berdasarkan data Kemenkes yang disampaikan BNPB, Provinsi Sumut disebutkan menambah 38 kasus konfirmasi positif baru menjadi 105.639 orang. Selanjutnya untuk kasus sembuh bertambah 39 menjadi 102.163.Lalu untuk kasus kematian, mengalami penambahan dua kasus menjadi 2.875 orang. Oleh karena itu, saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut menjadi 601 orang atau turun tipis dari Senin (18/10) lalu yang masih sebesar 635 orang.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Kesehatan

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Kesehatan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera

Kesehatan

Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Kesehatan

Sumut Masuk Finalis PPKM Award, Metode Penanganan Covid-19 Jadi Blue Print di Masa Mendatang