Cakupan Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama Lampaui 50 Persen

Herman - Sabtu, 16 Oktober 2021 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_7588_Cakupan-Vaksinasi-COVID-19-Dosis-Pertama-Lampaui-50-Persen.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Pemerintah terus mempercepat program vaksinasi nasional untuk segera mencapai kekebalan komunal dalam menghadapi pandemi COVID-19. Hingga Jumat (15/10/2021), cakupan vaksinasi dosis pertama telah mencapai lebih dari 50 persen target sasaran. Capaian ini tentunya tidak lepas dari antusiasme dan peran aktif masyarakat di seluruh Indonesia dalam mengikuti program vaksinasi yang digulirkan pemerintah ini. “Terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang telah ambil bagian penting dalam upaya kita mengendalikan pandemi ini,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, Jumat (15/10/2021), di Jakarta. Berdasarkan data dari Kemenkes, per tanggal 15 Oktober pukul 18.00 WIB dari 208,27 juta orang target sasaran, sebanyak 105,8 juta penduduk telah memperoleh dosis pertama atau 50,80 persen. Kemudian sebanyak 61,76 juta di antaranya telah memperoleh dosis kedua atau 29,65 persen dari target sasaran.“Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi semua pemangku kepentingan mulai dari tenaga kesehatan, TNI/Polri, kementerian/lembaga, parlemen, dunia usaha, relawan dan pihak-pihak terkait lainnya. Capaian ini adalah kerja besar kita bersama,” ujar Nadia. Salah satu terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, ungkap Nadia, adalah dengan mendekatkan pos-pos vaksinasi di tengah-tengah lingkungan warga. Selain metode rutin vaksinasi yaitu berbasis fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah membuka alternatif lain yang bersifat massal berupa pos-pos atau sentra vaksinasi yang dilakukan melalui kerja sama kemitraan dengan pihak swasta dan masyarakat. [br] Dukungan kemitraan baik berupa tempat layanan, tenaga tim vaksinator, edukasi dan mobilisasi masyarakat, sarana dan prasarana, tutur Nadia, efektif mempercepat pencapaian target vaksinasi. Selain itu, strategi sosial menjadi misi Kemenkes dalam menjangkau 100 juta target vaksinasi selanjutnya. Sejatinya, vaksinasi mengemban misi sosial dalam upaya bersama untuk mengurangi laju penularan sekaligus melindungi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, vaksinasi harus mampu menjangkau setiap jengkal wilayah Indonesia terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan sehingga strategi dan pendekatan sosial harus dikedepankan.“Lewat kolaborasi dan strategi yang tepat, kami optimis target cakupan vaksinasi COVID-19 bisa segera tercapai. Masyarakat terutama kelompok rentan pun bisa terlindungi dari ancaman paparan COVID-19,” pungkas Nadia.(rel)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Walikota Medan Genjot Vaksin Booster Kedua, Pengamat: Penting untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Kesehatan

Sebanyak 15.804 Warga Medan Telah Divaksin Booster Kedua

Kesehatan

Pemko Medan Gencarkan Pelaksanaan Vaksinasi Booster ke-2 Covid-19

Kesehatan

Dinkes Sumut : Vaksin Booster Kedua Sudah Bisa Diberikan untuk Umum

Kesehatan

Sebanyak 4,09 Juta Warga Sumut Sudah Divaksin

Kesehatan

Hadiri Peluncuran Buku Vaksinasi Covid-19 Menko Airlangga, Wagub Sumut Musa Rajekshah Apresiasi Kerja Keras Pemerintah