Beritasumut.com - Seiring dengan penurunan kasus yang terjadi, pemerintah akhirnya menurunkan level status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Ismail Lubis menyampaikan, berdasarkanInstruksi Menteri Dalam NegeriNomor 48 Tahun 2021 tentangPPKM, Kota Medan kini sudah berada di level II. "Medan (sudah) turun ke level II dari dua minggu yang lalu di level III. Kita jugasangat senang karena di Sumut tidak ada Kabupaten/Kota yang berada di level IV. Sedangkan level III hanya tinggal dua kabupaten/kota saja dari sebelumnya ada 11," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (05/10/2021).
Lebih lanjut Ismail memaparkan, Kabupaten/Kota berdasarkan level PPKM pertanggal 5-18 Oktober 2021 di Sumut, masing-masing untuk level I adalah Deliserdang, Nias Barat, Sibolga dan Tebingtinggi. Kemudian untuk Level II yakni, Medan, Tapteng, Taput, Tapsel,Nias, Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Dairi, Tobasa, Madina, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbahas,Samosir,Sergai, Batubara, Paluta, Padanglawas, Labura, Labusel, Nias Utara, Pematangsiantar, Tanjungbalai dan Gunungsitoli. "Sedangkan untuk level III adalah Binjai dan Padangsidimpuan," tandasnya.
Baca Juga : Data Terbaru, Masih Ada 4.181 Orang Terinfeksi Covid-19 di Sumut
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Mardohar Tambunan yang dikonfirmasi membenarkan penurunan status PPKM ini. "Iya sudah level II. Itu ada instruksi Mendagri yang baru, kemarin dikeluarkan, hari ini diedarkan ke kita," katanya.
[br] Menurut Mardohar penurunan level ini memang patut disyukuri. Namun dia mengingatkan, masyarakat masih belum bebas dari virus corona, sehingga tetap harus menjalani kehidupan sehari-hari dengan protokol kesehatan (prokes). "Karena, mau itu level I pun, prokes tetap diterapkan, tidak bisa ditawar lagi," tegasnya.
Sementara itu, terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah di Medan, Mardohar menyebutkan, sewaktu di level III sudah diuji coba. Namun Wali Kota Medan pada waktu itu mengingatkan tentang vaksinasi guru dan siswa yang belum sesuai diharapkan, sehingga pembelajaran tatap muka ditunda. "Alhamdulillah, sekarang hampir 50% dan pembelajaran tatap muka masih dalam persiapan. Tetapi pembelajaran tatap muka ini bukan dilakukan begitu saja, harus ada pengaturan waktu, jadwal dan prokes dari sekolah," jelasnya.
Selanjutnya untuk isolasi terpusat (Isoter) di Medan, sambungnya, saat ini hanya dua lokasi saja yakni di eks Hotel Soechi dan Gedung P4TK Helvetia. Dia membeberkan, pasien di dua lokasi tersebut juga kini hanya tiga dan empat pasien saja. "Tinggal dua lokasi. Karena untuk isoter KM Bukit Raya yang di Belawan, sudah tidak ada lagi orang, jadi sudah balik ke Jakarta," imbuhnya.
Baca Juga : Walikota Medan Bobby Nasution: Kebijakan Harus Libatkan Masyarakat
Oleh karena itu, Mardohar merasa yakin, ke depannya Kota Medan akan berada di level I dengan catatan masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan dimana pun berada. Pada kesempatan ini, dia juga meminta kepada pemerintah provinsi agar lebih memperketat keluar masuknya masyarakat melalui bandara. "Kemarin kan negara lain takut masuk ke Indonesia, nah sekarang bukan kita melarang, tapi kita perketatlah sesuai dengan ketentuan masing-masing, itu yang perlu sekarang," pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes RI, Provinsi Sumut pada hari ini disebutkan kembali memperoleh penambahan 80 kasus baru konfirmasi positif Covid-19 sehingga total kasusnya menjadi 105.021 orang. Kemudian untuk kasus sembuh diperoleh penambahan 141 sehingga totalnya menjadi 100.900 orang. Namun untuk kasus kematian, Sumut tidak memperoleh penambahan sehingga totalnya tetap di jumlah 2.848 orang. (BS06)