Beritasumut.com - Setelah sempat berada dalam kondisi terparahnya, secara perlahan situasi pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kini terus membaik. Bahkan, selain tak lagi memiliki daerah berstatus zona merah (risiko tinggi), jumlah Kabupaten/Kota yang berzona kuning (risiko rendah) juga semakin meningkat. Berdasarkan laporan yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 pusat melalui website resminya, saat ini jumlah zona kuning di Sumut meningkat dibanding pekan lalu yakni dari 22 daerah menjadi 28 daerah. Sedangkan untuk zona oranye mengalami penurunan dari sebelumnya 11, kini menyisakan lima daerah saja.
Adapun ke-28 daerah berzona kuning tersebut yakni, Pakpak Bharat, Samosir, Nias Barat, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Madina, Palas, Gunung Sitoli, Tapteng, Nias, Deliserdang, Dairi, Toba. Kemudian Paluta, Labusel, Sibolga, Tapsel, Karo, Simalungun, Humbahas, Nias Utara, Binjai, Padangsidimpuan, Taput, Langkat, Asahan, Nias Selatan dan Pematangsiantar. Sementara untuk daerah berzona oranye, daerah yang ada yaitu Tebingtinggi, Sergai, Batubara, Labura serta Medan. Namun untuk zona hijau, sejauh ini masih tetap nol.
Seperti diketahui, penetapan status zonasi risiko daerah ini dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 berdasarkan data hasil pembobotan skor pada 12 September 2021. Data itu didapat dari hasil setiap perhitungan indikator baik epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan yang diperbaharui secara mingguan.
Baca Juga : Penderita Covid-19 Sumut Membaik, Kini Tinggal 4.627 Orang
Terkait perkembangan kasus Covid-19, Provinsi Sumut per hari Kamis (16/09/2021) masih mencatatkan penambahan 215 kasus baru, sehingga totalnya naik menjadi 102.650 orang. Sedangkan untuk kasus sembuh diperoleh penambahan 715 kasus, menjadi 95.837 orang. Kemudian untuk kasus kematian, diperoleh penambahan 25 kasus menjadi 2.711 orang. Oleh karena itu, saat ini diketahui kasus aktif Sumut sebanyak 4.102 atau turun 525 poin dari hari sebelumnya sebanyak 4.627 orang.
[br] Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten/Kota yang terus menurun, salah satunya karena pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat. Kemudian, juga 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang terus gencar dilakukan. "Di sisi lain, vaksinasi Covid-19 juga terus masif dilakukan. Mudah-mudahan dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut dan dukungan masyarakat yang sadar prokes, maka kasus Covid-19 akan turun," ujarnya.
Di samping itu, menurut dia, kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) juga ada mempengaruhi. "Masyarakat mulai sadar dan disiplin pentingnya prokes dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan, semakin melekat dalam setiap aktivitas sehari-hari," tandasnya. (BS06)