Beritasumut.com - Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung ini tidak selalu memberikan dampak buruk. Salah satu dampak baiknya adalah munculnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mencegah penyakit terutama penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes melitus (DM) tipe 2, hipertensi maupun penyakit kardiovaskular.
Branch ManagerProdiaMedan, Titin Agustina SKM mengatakan, seperti yang diketahui bahwa penyakit-penyakit tersebut merupakan komorbid yang dapat memperberat kondisi kesehatan di era pandemi ini.Hal menarik dari peningkatan kesadaran akan kesehatan ini, kata dia, juga membawa tren pola gaya hidup sehat yang marak diminati. "Namun ibarat kita sedang berjalan untuk menuju sesuatu tempat, idealnya kita membutuhkan maps untuk bisa membantu dalam menentukan jalan yang tepat dan versi terbaik dari kita sendiri yang sedang menempuh perjalanan itu," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (04/09/2021).
Dia melanjutkan, demikian pula dengan mengatur strategi gaya hidup sehat setiap orang mempunyai kecocokan yang berbeda-beda sesuai dengan personalnya. Tubuh manusia disusun oleh gen yang dimana ada sekitar 0,1% perbedaan yang dengan adanya beda tersebut bisa menilai atau memprediksi risiko seseorang terhadap kerentanan pada berbagai penyakit.
Baca Juga : Maknai Semangat Kemerdekaan dengan Tubuh Yang Sehat Bebas Penyakit
"Hal ini dapat kita ketahui dengan pemeriksaan genomik, pemeriksaan ini mampu membantu memprediksi risiko kerentanan terhadap berbagai penyakit berdasar profil gen, yang dapat membantu untuk melakukan strategi yang tepat," terangnya.
[br] Titin menjelaskan, pada pemeriksaan ini akan tergambarkan kategori risiko, rekomendasi pola gaya hidup yang sesuai gen dan juga kebutuhan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan. "Mengapa penting pencegahan tidak lagi hanya dengan cek up rutin? Tentunya sering mendengar orang yang rajin cek up rutin, namun tetap mengalami penyakit yang dianggap telah dicegah dengan gaya hidup saat ini," sebutnya.
Menurutnya hal ini bisa saja dikarena memang ternyata langkah pencegahannya tidak cocok sehingga hasilnya kurang optimal. Prodia sendiri sambung dia, telah menghadirkan pemeriksaan genomics untuk predikisi risiko kerentanan terhadap penyakit.
Adapun 11 pemeriksaan genomik tersebut, sambung Titin, salah satunya dikenal dengan nama Prodia Wellness Genomics yang dapat menganalisa lebih dari 450 gen untuk memprediksi 39 jenis penyakit untuk pria dan 36 jenis penyakit untuk wanita. Keuntungan lain dari pemeriksaan ini, tambahnya, hanya cukup dilakukan sekali seumur hidup.
Baca Juga : Stem Cells Dinilai Efektif untuk Pengobatan Penyakit Degeneratif
"Kini saatnya naik level dalam melakukan pencegahan, karena saat ini sudah tidak levelnya lagi hanya melakukan pemeriksaan rutin saja. Karena untuk mencapai hasil maksimal membutuhkan panduan yang tepat untuk dapat memilih atau mengatur jalan yang ditempuh dengan baik," pungkasnya. (BS09)