Beritasumut.com - Relawan dokter di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan bertugas mendampingi masyarakat melalui layanan Telemedicine. Untuk itu, kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19. "Rabu (18/08/2021) kemarin, dilakukan kerjasamanya, antara IDI Sumut, IDI Medan, USU, Pemko Medan, Satgas Covid-19 Provinsi Sumut. Acara itu dibuka Rektor USU Pak Muryanto, narasumbernya ada tujuh orang," ungkap Ketua IDI Sumut dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL (K), Kamis (19/08/2021).
Ramlan menyebutkan, antusias para dokter sangat luar biasa dalam menyukseskan program ini. "Untuk tahap pertama ini antusias para dokter sangat luar biasa untuk mengikuti pelatihan, hanya dalam 3 hari saja sudah mendaftar hampir 500 dokter yang siap menyukseskan program ini," imbuhnya.
Dia mengatakan, IDI Sumut dan Medan yang melatih relawan dokter yang terlibat mendampingi masyarakat melalui layanan Telemedicine. Sebab, para relawan dokter akan melakukan pemantauan keadaan kesehatan masyarakat bergejala atau terkonfirmasi Covid-19. "Dengan adanya layanan Telemedicine ini rujukan ke rumah sakit bisa terkendali," sambungnya sembari mengatakan, Koordinator Tim Telemedicine ini adalah dr Inke Nadia D Lubis SpA PhD.
Baca Juga : IDI Sumut Minta Nakes Tak Ragu Ikuti Dosis ke-III Vaksin Moderna
Ramlan juga menuturkan, para relawan dokter yang terlibat nantinya, akan memantau perkembangan pasien Covid-19 yang memanfaatkan layanan Telemedicine ini. "Misalkan ada pasien Covid-19 Isoman, setidaknya kita pantau perkembangannya pagi dan sore. Jika semakin berat, kita fasilitasi untuk mendapatkan layanan di RS, jadi jangan mengantre di RS semua," jelasnya.
[br] Ditegaskannya, program Telemedicine ini akan terus dievaluasi agar bisa lebih baik lagi layanannya kepada masyarakat. "Kita harapkan masyarakat nanti mengakses sistem ini. Kita harapkan sistem ini terkoneksi semua pelaku kesehatan. Artinya, semua fasilitas kesehatan terkoneksi sistem ini. Nanti akan ada link yang kita bagikan ke masyarakat," imbuhnya.
Ramlan mengaku, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan BPJS Kesehatan guna mendukung sistem layanan Telemedicine tersebut. "Kita juga sudah menjajaki dengan teman-teman di BPJS Kesehatan untuk mendukung sistem kita ini, karena kita tahu sistem mereka bagus. Pada prinsipnya mereka oke, kita sudah ada komunikasi untuk menyatukan sistem, tapi itu nanti ke depannya, sambil evaluasi, karena kita sudah buat sistem kita sendiri dari tim dari Teknologi Informasi USU," tuturnya.
Dia menambahkan, masyarakat yang ragu apakah terpapar Covid-19 karena mengalami gejala, nantinya juga bisa memanfaatkan layanan Telemedicine ini. "Bisa konsultasi melalui layanan ini. Kalau dia positif tapi bergejala minimal atau tidak bergejala bisa kita dampingi terus, kita tanya pagi dan sore. Kalau memerlukan obat, kita beri obat, kita antar. Karena prinsip kita melayani masyarakat, dokter itu sahabat masyarakat," tandasnya.
Baca Juga : Empat Dokter IDI Medan Terima Tanda Kehormatan Negara
Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes RI yang diterima melalui BNPB, Kamis (19/8) angka kasus sembuh di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali naik dari 1.502 menjadi 1.786 orang. Oleh karena itu, total kasus sembuh di Sumut juga turut mengalami kenaikan dari 54.637 menjadi 56.423 orang.
Sedangkan untuk kasus konfirmasi positif, Sumut kembali mencatatkan kenaikan dari 869 ke 1.129 orang. Untuk itu, melalui data tersebut, maka akumulasi kasus positif di Sumut mengalami kenaikan dari 84.267 menjadi 85.396 orang. Selanjutnya untuk kasus kematian, Sumut memperoleh penambahan 34 orang, sehingga totalnya naik dari 1.996 menjadi 2.030 orang. Karenanya, melalui data itu, diketahui kasus aktif Covid-19 Sumut saat ini mengalami penurunan 691 poin dari 27.634 menjadi 26.943 orang. (BS06)