Kapuskes TNI Sebut Pelacakan Kontak Erat Yang Baik, Kunci Utama Memutus Rantai Transmisi Covid-19

- Kamis, 05 Agustus 2021 18:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082021/_1872_Kapuskes-TNI-Sebut-Pelacakan-Kontak-Erat-Yang-Baik--Kunci-Utama-Memutus-Rantai-Transmisi-Covid-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Pelacakan kontak erat yang baik menjadi kunci utama dalam memutus rantai transmisi Covid-19. Elemen utama pada implementasi pelacakan kontak adalah pelibatan dan dukungan masyarakat, perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan situasi wilayah, masyarakat dan budaya, dukungan logistik, pelatihan dan supervisi, serta sistem manajemen data pelacakan kontak.

Demikian araha Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr Tugas Ratmono SpS MARS MH, yang dibacakan oleh Kaunitkerma Baktikes Puskes TNI Kolonel Kes dr Mintoro Samego MS, pada saat menutup acara Workshop Tracer Covid-19 bagi 2.000 peserta Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua secara daring, bertempat di ruang rapat Puskes TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (05/08/2021).

Kapuskes TNI menyampaikan, keterlibatan masyarakat juga sangat penting untuk memastikan tidak adanya stigma yang muncul pada orang-orang yang masuk kategori kontak erat. “Komunikasi yang baik dan jelas serta kedekatan baik secara sosial maupun budaya dapat mempermudah pelacakan kontak,” ujarnya.

Baca Juga : 2.000 Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga Wilayah Sumatera dan Kalimantan Dilatih Jadi Tracer Covid-19

Lebih lanjut, Kapuskes TNI mengatakan bahwa, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan TNI-Polri untuk membantu tugas tenaga kesehatan dengan menyiapkan tenaga tracer hingga level daerah, dimana penyiapan tenaga tracing ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pengendalian pandemi Covid-19 di tanah air melalui penguatan 3T dan 3M. “Untuk memperkuat kedua program tersebut memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan handal dengan jumlah yang besar,” katanya.

[br] Kapuskes TNI mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar dan baik. “Saya berharap para Komandan Satuan di lapangan agar dapat mengawasi serta memonitor terselenggaranya kegiatan ini serta melaporkan kegiatannya secara berjenjang. Demikian pula dengan pelaksana kegiatan di lapangan agar segera melaporkan hal-hal yang menonjol dan jangan ragu untuk berkoordinasi dengan komando atas,” imbuhnya.

Sementara Pelatihan Tenaga Tracer yang dilakukan TNI selama dua hari terhitung mulai tanggal 4-5 Agustus 2021 adalah salah satu upaya yang sedang dilaksanakan oleh TNI, Polri, Kemenkes RI dan BNPB untuk menekan laju penambahan kasus positif melalui upaya menemukan kasus konfirmasi untuk segera ditangani, sehingga menghindari terjadinya penularan yang lebih luas.

Beberapa materi yang dilatihkan antara lain konsep dasar pelacakan kontak, isolasi dan karantina, alur koordinasi pelacakan kontak, Aplikasi Silacak dan InaRisk dan pencatatan serta pelaporan tracing. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kapuskes TNI Pimpin Syukuran HUT ke-56 Puskes TNI

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Kesehatan

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Kesehatan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera

Kesehatan

Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19