Lima Kabupaten/Kota Masuk Zona Merah, Tak Satupun Zona Hijau

Herman - Jumat, 23 Juli 2021 10:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072021/_3220_Lima-Kabupaten-Kota-Masuk-Zona-Merah--Tak-Satupun-Zona-Hijau.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com - Sebanyak lima Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ditetapkan naik ke status zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 di wilayah Indonesia. Kelimanya adalah, Kota Medan, Padang Sidimpuan, Kabupaten Deliserdang, Dairi dan Karo.Berdasarkan data yang diperoleh dari Satgas Penanganan Covid-19 di laman https://covid19.go.id/peta-risiko, Kamis (22/07/2021), bahkan untuk zona hijau yang sebelumnya ada enam daerah saat ini jumlahnya nihil, karena status risikonya telah mengalami kenaikan. Begitu juga untuk zona kuning (risiko rendah) jumlahnya juga menyusut signifikan dari 15 menjadi tiga daerah. Ketiga daerah zona kuning itu, masing-masing adalah Nias Barat, Mandailing Natal dan Nias Selatan. Untuk Nias Barat dan Nias Selatan, pada pekan sebelumnya masih masuk dalam zona hijau, sedangkan Kabupaten Mandailing Natal tetap bertahan di zona kuning.Lonjakan signifikan terjadi pada zona oranye, dari pekan sebelumnya berjumlah 12 menjadi 25 Kabupaten/Kota. Daerah-daerah itu yakni, Pakpak Bharat, Samosir, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Tapanuli Tengah, Nias, Toba Samosir, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga. Kemudian Labuhanbatu, Serdang bedagai, Batubara, Padang Lawas, Gunung Sitoli, Tapanuli Selatan, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Binjai, Tapanuli Utara, Langkat, Asahan dan Pematangsiantar.Adapun katagori zona risiko ini diambil dari setiap indikator baik epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan dengan diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan pertanggal 18 Juli 2021.Jumlahnya yakni, 0 - 1.80 untuk zona risiko tinggi, 1.81 - 2.40 untuk zona risiko sedang, 2.41 - 3.0 untuk risiko rendah, zona tidak terdampak karena tidak tercatat kasus Covid-19 positif dan zona tidak ada kasus yang sebelumnya pernah terdapat kasus namun tidak ada penambahan kasus baru dalam empat minggu terakhir serta angka kesembuhan ≥95 persen.

Sementara itu, terhadap penambahan kasus positif, Sumut kembali memperoleh lonjakan kasus. Berdasarkan data Kemenkes RI yang disampaikan BNPB pertanggal 22 Juli 2021, tercatat 1.235 orang terkonfirmasi Covid-19. Penambahan ini pun membuat total kasus Covid-19 Sumut naik dari 47.000 menjadi 48.235 orang. Dalam satu hari ini, Sumut mencatatkan diri sebagai penyumbang terbanyak kesembilan dari total 49.509 kasus baru nasional. Sedangkan untuk kasus sembuh, Sumut memperoleh penambahan 323 orang, sehingga membuat akumulasinya naik dari 35.952 menjadi 36.275 orang. Dengan jumlah itu, mencatatkan Sumut sebagai daerah ke-14 penyumbang 36.370 angka kesembuhan di Indonesia.

Selanjutnya untuk kasus kematian, Sumut menambah tiga kasus baru menjadi 1.353 orang. Atas data tersebut maka, membuat kasus aktif di Sumut kembali melonjak dari 9.698 orang menjadi 10.607 orang. [br] Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi menyatakan, peningkatan jumlah kasus harian yang terjadi di Sumut itu, memang tidak terlepas dari Tracing, Testing dan Treatment (3T) yang tengah masif dilakukan. Karenanya, berdasarkan penilaian sejumlah indikator dan surveilans yang dilakukan membuat peningkatan zonasi risiko Covid-19 di Sumut. Namun Aris menyatakan, kendati Sumut saat ini tengah mengalami lonjakan kasus, akan tetapi dia meyakini penanganan pasien Covid-19 masih tetap dapat terlayani. Karena Bed Occupancy Rate (BOR) Sumut sejauh ini masih berada diangkat 60 persen.

"Selain itu, untuk saat ini data kasus konfirmasi tidak hanya mengacu pada swab PCR saja. Tapi saya melihat ada sekitar 30 persen merupakan hasil pemeriksaan antigen yang masuk new all record (NAR) dari sejumlah laboratorium. Ini juga yang mungkin membuat angka kasus baru konfirmasi menjadi meningkat," jelasnya.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Kesehatan

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Kesehatan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera

Kesehatan

Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19

Kesehatan

Kepada Tim Juri PPKM Award, Edy Rahmayadi Paparkan Strategi Sukses Penanganan Covid-19 di Sumut