Prof Wiku: EUA Vaksin Lansia Diterbitkan Karena Teruji Keamanannya

- Rabu, 10 Februari 2021 22:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022021/_2565_Prof-Wiku--EUA-Vaksin-Lansia-Diterbitkan-Karena-Teruji-Keamanannya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Masyarakat lanjut usia (lansia) masuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Hal ini mengingat laju penambahan pasien meninggal akibat Covid-19 terus bertambah setiap harinya, maka lansia merupakan kelompok berisiko tinggi. Tahap pertama, vaksinasi lansia akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang masuk kelompok lansia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, dalam memutuskan vaksinasi lansia, pemerintah mengambil keputusan setelah teruji keamanan yang dipastikan oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM). Badan POM mengeluarkan EUA (Emergency Use of Authorization) dengan berbagai kajian hasil evaluasi bersama para ahli dan juga mengikuti perkembangan hasil uji vaksin lansia di Brazil dan Cina.

"Berdasarkan hasil evaluasi bersama, pada 5 Februari 2021, Badan POM menerbitkan EUA vaksin Coronavac untuk usia 60 tahun keatas dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari," ujar Prof Wiku, dilansir dari Covid19.go.id, Rabu (10/02/2021).

Sebelum mengeluarkan EUA itu, sambungnya, Badan POM telah membahas hasil evaluasi bersama para ahli yang berkompeten. Diantaranya tim Komite Nasional Penilai Obat, dan para ahli bidang vaksin diantaranya ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dokter spesialis alergi dan imunologi serta dokter spesialis geriatri.

Selain itu memonitor perkembangan uji klinik, dan berkomunikasi dengan pihak terkait yang melaksanakan uji klinik lansia 60 tahun keatas di Brazil dan Cina. Sebagai upaya mendapatkan data-data keamanan dan khasiat menunjang untuk penggunaan vaksin pada lansia. "Pada akhir Januari 2021, uji klinik fase 2 di Cina dan fase 3 di Brazil pada kelompok 60 tahun keatas sudah mencapai jumlah subyek yang memadai dan diserahkan kepada Badan POM untuk dievaluasi," lanjutnya.

Selain itu, dalam persiapan vaksinasi tahap selanjutnya bagi pelayan publik, Indonesia akan memproduksi secara mandiri vaksin Covid-19. PT Biofarma selaku produsen vaksin Sinovac akan mencukupi pasokan kebutuhan vaksin bagi program vaksinasi pelayan publik. "Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki supply vaksin secara mandiri, dan siap menjalankan program vaksinasi bagi pelayan publik setelah vaksinasi bagi nakes (tenaga kesehatan) selesai dilaksanakan," pungkas Prof Wiku. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Medan Apresiasi Lomba Senam Lansia

Kesehatan

Ketua WALUBI Medan Hadiri Peringatan Hari Lansia Tingkat Kota Medan

Kesehatan

OLYLIFE APPI dan AIRBONS Kolaborasi Edukasi Lansia akan Pentingnya Kesehatan

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Peringati HKSN ke-65, Pj Ketua TP PKK Sumut Kunjungi Lansia dan Berbagi Voucher kepada Anak Yatim Piatu

Kesehatan

Ranperda Perlindungan Terhadap Penyandang Disabilitas dan Lansia Disepakati