Ini Gejala Khas Lansia dengan Komorbid Jika Terinfeksi Covid-19

- Kamis, 15 Oktober 2020 21:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102020/_7379_Ini-Gejala-Khas-Lansia-dengan-Komorbid-Jika-Terinfeksi-Covid-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI

Beritasumut.com-Kaum lansia dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) paling rentan terpapar Covid-19. Apalagi gejala umum yang biasa dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada lansia dan komorbid yang terkonfirmasi positif. Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Dr dr Czeresna Heriawan Soejono SpPD KGer mengatakan lansia terkonfirmasi positif Covid-19 tidak memiliki kekhasan gejala alias tidak jelas. Mantan Direktur Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ini menyebutkan gejala batuk-batuk, sesak nafas, atau hilangnya indera penciuman dan perasa yang umumnya dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada lansia dan komorbid. "Lansia dan komorbid ini perlu perhatian khusus, lebih ketat monitoringnya karena gejalanya khas sekali," ujar dr Soejono dilansir dari Covid19.go.id, Kamis (15/10/2020).dr Soejono menambahkan, gejala khas yang muncul pada pasien positif lansia dan komorbid seperti nafsu makan hilang tiba-tiba, terjadi perubahan perilaku yang tidak biasa, dan kesadarannya hilang. Di tambah penyakit penyerta yang dialami semakin memperberat pasien lansia. "Pengalaman kami bisa mengatasi virusnya tapi kadang infeksi sekunder itu muncul ketika hasil negatifnya," katanya. Kepala Staf Medik Fungsional Pulmonologi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, dr Adria Rusli SpP(K) mengatakan perhatian keluarga sangat penting bagi lansia dan komorbid untuk menghindari paparan virus corona. Lingkungan yang bersih, makanan sehat, dan istirahat cukup harus diterapkan bagi lansia dan komorbid. "Kalau sudah kena berat sekali dan tinggi angka kematiannya," ujarnya.Dukungan keluarga terutama dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya bagi orang terdekat di sekitarnya, sangat penting. dr Adria mencontohkan jika lansia tinggal bersama cucu dan pengasuhnya maka harus diperhatika protokol kesehatannya. Hal sama juga perlu diawasi terhadap pengantar makanan jika memesan dari luar. "Ini juga berlaku untuk yang mengantar makanan, misalnya asisten rumah tangga atau supir pribadi, perlu dipastikan protokol kesehatannya," sambungnya. Perawat di Bagian Geriatri RSUP RSCM Jakarta Eva Rischta Magdalena mengatakan rata-rata pasien lansia dan komorbid terpapar Covid-19 merasa tersisihkan dari keluarga. Ruang isolasi, tempat perawatan pasien Covid-19, memang tidak diperbolehkan dikunjungi keluarga. Namun keberadaan perawat memberi dukungan penuh untuk kesembuhan pasien. "Perawat membantu support system dan membantu mengkomunikasikan pasien dengan keluarga memanfaatkan teknologi," ungkap perawat yang sudah 18 tahun bertugas di RSCM. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Medan Apresiasi Lomba Senam Lansia

Kesehatan

Ketua WALUBI Medan Hadiri Peringatan Hari Lansia Tingkat Kota Medan

Kesehatan

OLYLIFE APPI dan AIRBONS Kolaborasi Edukasi Lansia akan Pentingnya Kesehatan

Kesehatan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Kesehatan

Peringati HKSN ke-65, Pj Ketua TP PKK Sumut Kunjungi Lansia dan Berbagi Voucher kepada Anak Yatim Piatu

Kesehatan

Ranperda Perlindungan Terhadap Penyandang Disabilitas dan Lansia Disepakati