Dokter Reisa Jelaskan Panduan Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

- Kamis, 30 Juli 2020 23:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072020/_7736_Dokter-Reisa-Jelaskan-Panduan-Pelaksanaan-Salat-Idul-Adha-di-Masa-Adaptasi-Kebiasaan-Baru.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang akan digelar besok, Jumat (31/07/2020), berbagai persiapan penerapan protokol kesehatan telah dilakukan untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.Sebelumnya, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa No.36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah COVID-19. Kementerian Agama juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020. Begitu juga dengan Kementerian Pertanian yang telah mengeluarkan panduan pelaksanaan salat Idul Adha di masa adaptasi kebiasaan baru kepada panitia hari besar Islam.Senada itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan panduan cara aman melaksanakan ibadah kurban dan salat Id. Hal pertama yang harus dilakukan saat melaksanakan ibadah kurban adalah teliti memilih tempat membeli hewan kurban. Kedua, memperhatikan protokol kesehatan. Ketiga, menjaga jarak pada saat berinteraksi di lokasi penjualan hewan kurban. "Hindari bersalaman atau bersentuhan langsung meski setelah terjadi kesepakatan harga dengan penjual," ucap dokter Reisa.Kegiatan pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan, sebutnya, namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan. Dengan maksud menghindari kerumunan, pembagian daging kurban kali ini tidak dengan menggunakan kupon, melainkan melalui koordinator yang akan mengantarkan ke rumah-rumah. MUI dan pemerintah menyarankan agar salat Ied dapat dilaksanakan di wilayah yang risiko penyebarannya rendah. Panitia penyelenggara salat Ied harus berkoordinasi sebelumnya dengan pemerintah daerah serta wajib menerapkan protokol kesehatan, di antaranya pertama, membatasi jumlah pintu atau alur keluar dan masuk. Kedua, menyediakan tempat cuci tangan. Ketiga, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap jamaah. Keempat, diwajibkan memakai masker dan membawa perlengkapan salat sendiri. Kelima, mengatur jarak antar jamaah minimal satu meter. Keenam, tidak menjalankan kotak sedekah atau meminta sumbangan secara langsung. Ketujuh, anak-anak, usia lanjut, orang sakit diperkenankan mengikuti salat Idul Adha di rumah saja."Pastikan kita mematuhi panduan MUI dan pemerintah serta disiplin menerapkan cara-cara mencegah penularan COVID-19. Selamat hari raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 Hijriyah, tetap peduli, tetap berbagi dan saling melindungi,” pungkas dr Reisa. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bobby Nasution dan Keluarga Kurban 3 Sapi di Masjid Jami’ Hanifah

Kesehatan

Kurban 92 Sapi di Iduladha 1445 H, Walikota Medan Apresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kesehatan

Saksikan Penyembelihan Kurbannya, Pj Gubernur Sumut: Insya Allah Berkah

Kesehatan

Diiringi Hujan Gerimis, Walikota Pematangsiantar dan Ribuan Umat Muslim Tetap Khusyuk Sholat Idul Adha di Lapangan Adam Malik

Kesehatan

Semangat Kebersamaan Warnai Penyembelihan 20 Hewan Kurban Kecamatan Medan Petisah

Kesehatan

PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Kurban 2 Ekor Lembu