Beritasumut.com-Banjir sepertinya sudah menjadi kebiasaan di sejumlah daerah di Indonesia. Bencana ini pun tak jarang membawa penyakit yang sangat berpotensi menular. Salah satunya adalah leptospirosis atau penyakit yang dapat ditularkan melalui kencing tikus. Penularan leptospirosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lender, mata, hidung, kulit lecet, dan makanan. Menteri Kesehatan RI Letjen (Purn) Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Rad(K) RI mengatakan penularan air kencing tikus ke dalam tubuh manusia sangat potensial saat banjir. Genangan air yang memasuki setiap sudut rumah memudahkan aliran air kencing tikus masuk ke dalam tubuh manusia. "Warga terdampak banjir harus terhindar dari leptospirosis. Intinya menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat seperti sebelum makan harus cuci tangan pakai sabun. Hal tersebut sangat mendasar namun efeknya ke kesehatan sangat berpengaruh, karena tangan menjadi media langsung antara makanan hingga ke mulut," kata Menkes Terawan dilansir dari laman kemkes.go.id, Minggu (05/01/2020). Seseorang yang tertular leptospirosis dapat dilihat dari gejala yang terjadi berupa tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, dan iritasi. Nah, cara menghindari penularan lepstospirosis dapat dilakukan dengan 6 hal, yakni berperilaku hidup bersih dan sehat, yakni menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik.Mencuci tangan dan kaki serta sebagian tubuh lainnya dengan sabun. Kemudian memakai sepatu dari karet dengan ukuran tinggi, dan sarung tangan karet bagi kelompok kerja yang berisiko tinggi tertular leptospirosis.Membasmi tikus di rumah atau di kantor. Dan terakhir, membersihkan dengan desinfektan bagian-bagian rumah, kantor, atau gedung.(BS09)